URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
31.8 C
Jakarta
Minggu, Agustus 14, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Menjaga Ayat Tersirat Melalui Kabuyutan

Maka tak heran jika leuweung hideung tinggal tine’ng (Sunda – red : Hutan rimba tinggal cerita). Mata air tinggal air mata

Warta.in, Sukabumi-Kabuyutan (berasaldari bahasa Sunda: Uyut) adalah tempat suci dan tempat mempelajari ilmu keagamaan dalam agama Sunda dan dipimpin oleh seorang Resi Guru.

Dalam presfektif lain kabuyutan juga sering dimaknai sebagai tempat keramat sebagai sumber hidup dan penghidupan.

Namun faktanya hari  ini istilah kabuyutan atau istilah keramat hanya tinggal istilah keluar dari falsafah. Kabuyutan dan karamat hanya dijadikan tontonan bukan lagi tuntunan.

Rusakanya tata nilai dan alam semesta ini penyebabya adalah keangkuhan penghuni jaman kekinian. Mengnggap tabu kabuyutan dan kekaramatan, bahkan dicap melanggar syari.

Maka takheran jika leuweung hideung tinggal tine’ng (Sunda – red : Hutan rimba tinggal cerita). Mata air tinggal air mata.

Seperti mata air, diskusi kabuyutan menggalir setelah acara live show chanel youtobe Ketua Komda II Paguyuban Pasundan Abah Ruskawan dengan Penasehat Barikade 98 Sukabumi Aam Abdul Salam Sabtu, (8/1/2021).

Terlebih live show yang digelar di Kampus STH Pasundan tersebut bertajuk tentang keterkaitan Sunda dengan tatanan nilai Islam dengan menghadirkan penghapal ayat quran binaan Abah Ruskawan. Karenanya itu menjadi asbabul nujul yang membuka pemikiran untuk menyalamatkan kabuyutan.

Diawali dengan lantunan surat yang dilapalkan oleh hafidza Salbila Rahmatanis Natani, nampak bergelinang air mata khidmat Abdul Salam tunduk terharu mendengarkan, pada acara tersebut.

Pun demikian sambung ayat yang dilakukan hafidz Rahmat Sah manambah kobaran semangat Aam sapaan akrab Abdul Salam untuk melakukan sebuah revolusi membangkitkan Kabuyutan Nusantara.

“Jujur saya terharu mendengar lantunan ayat yang dibacakan neng Salbila. Ia salah seorang perempuan yang dijadikan Alllah sebagai pemelihara ayat. Saya bangga padanya. Saya sendiri di rumah belum bisa menerapakan Al quran sebagai bacaan wajib bagi keluarga,” ungkap Aam saat diminta komentar Abah yang memandu acara.

“Selain ayat tersurat, ada juga surat yang tersirat di jagat alam ini untuk kita baca dan maknai dalam kehidupan, juga harus kita jaga. Menjaga dan memelihara alam adalah memeilhara ayat Allah.” Sambung Aam meledakan ungkapan jiwanya.

Senada dengan Aam, Sekretaris PWI Kab. Sukabumi Budi Muhammad Darmawan yang turut serta ikut menimpali. Menurutnya generasi muda penghapal Al Quran harus dihormati. Mereka rela mengorbankan masa remajanya di abad digital ini.

“Mereka luar biasa, menahan diri, berperinsif, tidak tergoda jagat alam maya. Mereka orang hebat yang patut mendapat apresiasi dari sesama muslim,” katanya.

“Mungkin belajar dari dasar seperti mereka sudah tidak terkejar bagi kita. Segala alasan kesibukan untuk memenuhi kewajiban sebagai orang tua. Meski tidak ada kata terlambat dalam belajar, penting menghapal Al Quran, namun jauh lebih penting mengamalkan ayat al quran bagi kita dalam bahtera kehidupan ini,” ungkapnya.

Semua yang terlibat dalam acara Abah Ruskawan terpesona. Termasuk Ketua Barikade 98 Sukabumi Siti Ratna Maymunah yang hadir dalam acara tersebut.

Dua orang penghapal Al quran mahasiswa STH Pasundan mendapat suport dari Siti Ratna Maymunah Ketua Barikade 98 Sukabumi yang aktif dalam kegiatan sosial.

Suasana ruangan diskusi menjadi haru biru atas tanggapan dan ungkapan para peserta. Lantunan ayat Al quran yang dibacakan dua mahasiswa STH Pasundan itu mengalirkan energi memenuhi ruangan. Membangkitkan semangat baru, satu makna menjaga memelihara ayat ayat Allah.

Uasai acara live show diskusi terbatas, Aam dan Abah Ruskawan serius bediskusi untuk menyelenggarakan acara pertemuan Kabuyutan Nusantara. Rencanaya semua tokoh nusantara akan di undang.

“Mengutip kalimimat Abah Ruskawan, jagat kudu diruat, daerah kudu dirajah agar mendapat berkah. Buhun kadu jadi bahan. Pertemuan Kabuyutan Nusantara rencana akan di gelar di Sukabumi sebgai tempat pusaka bumi,” katanya.

Paling tidak acara ini papar Aam, untuk mengingatkan para tokoh bangsa agar jangan melupakan pesan para karuhun, buyut, bahkan raja-raja nusantara yang telah rela menyerahkan segalanya untuk berdirinya negra.

“Mudah mudahan menjadi energi kesadaran untuk menjaga kabuyutan yang di dalamnya termasuk sumber alam sebagai sumber kehidupan. Maha suci Allah yang telah menciptakan alam dengan seimbang. Maka kita wajib memeliharanya, agar bumi lestari,” pungkas Aam yang dihamini semua yang hadir. (Tim)

Warta Baru
Warta Terkait