31.2 C
Jakarta
Selasa, September 28, 2021

Menjelang Musda Partai Demokrat Sumut, Situasi DPD Partai Demokrat Sumut Panas

Warta.in Medan- Pernyataan Plt. Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain sangat ceroboh kepada Gubernur Edy Rahmayadi karena mendukung Lokot Nasution sebagai calon Ketua Demokrat Sumut di musda yang akan datang.

“Herri jangan salahkan Gubsu, tapi salahkan Meilizar Latief. Sebagai sekretaris, Meilizar Latief terbukti tidak mampu membangun komunikasi politik dengan Gubsu Edy Rahmayadi,” ujar Sekretaris Bidang Pengembangan dan Pengawasan Infrastruktur DPD Partai Demokrat Sumut Ahmad Kamil Lubis dalam keterangan tertulis, Sabtu 4 September 2021.

Menurut Kamil Lubis, Herri seharusnya mencari cara atau menggukana orang lain untuk bertemu Edy Rahmayadi, jika sekretarisnya Meilizar Latief tidak mampu mempertemukan. Seperti apa yang dilakukan Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Lokot Nasution.

“Herri bisa gunakan jasa orang lain, apalah itu namanya, agen atau makelar agar bisa bertemu Edy. Dalam politik, Herri itu jangan terlalu cengeng melihat manuver politik yang dibuat Lokot. Ia bisa bertemu dan mendapat dukungan Gubsu mungkin kemampuan politiknya merangkul orang lain yang dekat dengan Gubsu. Selama ini Herri kemana saja, kenapa tidak ia lakukan membangun komunikasi politik ke Edy Rahmayadi,” beber Kamil.

Kamil juga menyesalkan sikap Herri Zulkarnain yang mengarahkan wartawan bertanya langsung ke Gubernur Edy Rahmayadi.

“Herri harusnya paham, kerja jurnalis itu independen, dan tidak perlu disuruh-suruh. Herri jangan intervensi apalagi provokasi teman-teman wartawan “menyerang” Edy. Jiwa besar saja Herri, ajak sekretarisnya Meilizar Latief datang jumpai dan pertanyakan langsung ke Edy atas dukunganya ke Lokot Nasution,” urainya.

Kamil pun berharap seluruh kader dan pengurus Partai Demokrat di Provinsi Sumatera Utara dapat menyikapi dengan objektif polemik yang terjadi di internal partai menjelang musyawarah daerah.

“Para kader dan pengurus Partai Demokrat di DPD Sumut jangan sampai ikut berpolemik, terutama para ketua DPC yang ada 33. Kita nikmati dinamika politik partai kita ini dengan positif. Ini pasti berakhir dan menyatu kembali setelah musda,” tandas Kamil.(DR MOI)

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img