32.9 C
Jakarta
Sabtu, Oktober 23, 2021

Menparekraf Luncurkan Program Kartu Prakerja Bagi Pelaku Parekraf di Toba

Warta.in – Danau Toba.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meluncurkan Program Kartu Prakerja bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) yaitu Danau Toba, di Hotel Inna Parapat, Sumatera Utara, Jumat (26/3/2021).

Sandi mengatakan sangat mengapresiasi program Kartu Prakerja yang menjadi program utama pemerintah Upaya untuk membantu membangkitkan semangat para pelaku parekraf agar tetap berkarya di tengah pandemi COVID-19, khususnya sektor parekraf.

“Kami sangat mengapresiasi, ini adalah program yang diluncurkan di 5 DSP, dan kita _kick off_ di Danau Toba untuk membangkitkan harapan dan semangat, memupuk motivasi agar masa depan kita di tengah pandemi ini kembali cerah, sekaligus untuk membangkitkan dan memulihkan sektor parekraf,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Menparekraf Sandi menyerahkan dengan simbol kartu prakerja kepada salah seorang peserta (foto : Humas Menparekraf)

Menparekraf Sandiaga Uno berharap program ini bukan hanya memberikan pelatihan dan intensif tetapi membuka peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

“Kami berharap, mencari kerja atau meningkatkan kompetensi, juga membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Seperti kita lihat tadi Ibu Rulis yang menggunakan insentif dari program ini untuk modal membuat bakery. Harapan kita juga di desa-desa wisata sekitar Danau Toba juga bisa tersentuh oleh program prakerja,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif PMO Program Kartu Prakerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Denni Puspa Purbasari menjelaskan, terdapat 1.000 jenis pelatihan di ekosistem Program Kartu Prakerja. Pada 2020, Kartu Prakerja menjangkau 514 Kabupaten/Kota dengan penerima manfaat sebesar 5,5 juta masyarakat Indonesia.

Foto bersama Rombongan Kemenparekraf (foto : Humas Kemenparekraf)

“Misi kami selain memberikan keterampilan, juga menjadi sekoci untuk mendukung daya beli masyarakat. Program Pra Kerja bukan program bansos murni, untuk itu diharapkan masyarakat bisa mengambil manfaat untuk meningkatkan Pelatihan Skiling, Reskilling, dan Upskilling,” ujarnya.

Denni Puspa menjelaskan, Penerima Kartu Prakerja Gelombang 12-15 pada 2021 sebanyak 2,4 juta penerima di 34 provinsi di Indonesia. Sedangkan untuk di 5 DSP ada 78,5 ribu berada di Sumatera Utara, di Jawa Tengah ada 153 ribu, Nusa Tenggara Barat 52,2 ribu, Nusa Tenggara Timur 51,9 ribu, dan di Sulawesi Utara, 52,6 ribu penerima.

“Di Kabupaten Toba ini sudah ada banyak penerima kartu prakerja, jadi bantulah kawan-kawan yang lain, dorong mereka untuk mendaftar kartu prakerja, karena mendaftar kartu prakerja cukup mudah, hanya memerlukan waktu 20 menit,” ujarnya. (Feri/rel)

Danau Toba News
Melayani dengan tulus
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img