23.4 C
Jakarta
Senin, Februari 23, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Mentalitas Bukan Sekedar Kenyamanan: Strategi Gen Z Menghadapi Perekonomian 2026

Tangerang Selatan | 7 Januari 2026 | Wartain Banten: Menjaga kesehatan mental tidaklah sekadar pilihan, terutama bagi generasi muda Z yang dibesarkan di tengah perekonomian yang tidak pasti. Kenaikan biaya hidup, ketidakpastian dalam pekerjaan, dan budaya tanpa henti dalam produktivitas mendorong banyak anak muda untuk terus berlari dalam mencapai tujuan hidup. Dalam konteks ini, usaha yang dilakukan oleh Gen Z untuk menjaga kesehatan mental bukanlah indikasi lemahnya semangat, melainkan adalah strategi yang rasional untuk bertahan hidup. Di saat mencapai stabilitas ekonomi semakin menjadi tantangan, kemampuan untuk menetapkan batasan dalam bekerja, memilih sumber pendapatan yang lebih fleksibel, serta menolak normalisasi atas rasa lelah merupakan bentuk kecerdasan baru dalam menghadapi realitas ekonomi yang ada.

Menjaga kesehatan mental bukan merupakan kemewahan, khususnya bagi generasi Z Indonesia yang memasuki tahun 2026 di tengah kondisi ekonomi yang semakin keras. Dengan harga-harga yang meningkat, kesempatan kerja yang semakin terbatas, serta tuntutan untuk selalu produktif, banyak anak muda harus beradaptasi dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Dalam keadaan ini, keputusan Gen Z untuk mengatur jam kerja, memilih fleksibilitas di atas stabilitas, dan menolak budaya kelelahan yang telah menjadi norma bukanlah tanda kemanjaan, tetapi sebuah cara untuk bertahan hidup. Saat sistem ekonomi belum mampu memberikan rasa aman dalam jangka panjang, menjaga kesehatan mental menjadi aset penting agar generasi muda tidak terjatuh sebelum memiliki kesempatan untuk berkembang.

Di tengah tantangan yang ada, Generasi Z mulai menemukan cara untuk mengatasi tekanan ekonomi dengan cara yang lebih fleksibel dan realistis. Alih-alih fokus hanya pada satu sumber pendapatan, banyak di antara mereka yang menciptakan portofolio kerja dengan memadukan pekerjaan fleksibel, peningkatan keterampilan digital, serta pengelolaan keuangan yang lebih memperhatikan risiko. Sementara itu, semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya memisahkan waktu kerja dari ruang pribadi, termasuk keberanian untuk mengambil jeda ketika stres mental meningkat yang semakin dirasakan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa usaha untuk menjaga kesehatan mental tidak harus bertentangan dengan produktivitas, tetapi justru menjadi landasan agar Generasi Z mampu berkontribusi secara berkelanjutan di tengah perubahan ekonomi yang terus berlangsung.

Sebagai respons terhadap keadaan ini, Generasi Z cenderung mengadopsi strategi adaptif yang fokus pada keberlanjutan pribadi. Mengolah berbagai sumber pendapatan melalui pekerjaan yang fleksibel dan memperkuat keterampilan di berbagai bidang menjadi pilihan yang logis di tengah ketidakpastian pasar kerja yang meningkat. Selain itu, praktik disiplin dalam pengelolaan waktu dan keuangan, serta penetapan batas kerja yang tegas, mencerminkan usaha yang sadar untuk menemukan keseimbangan antara tuntutan ekonomi dengan kemampuan mental. Pendekatan ini menegaskan bahwa kesehatan mental bukanlah aspek terpisah dari produktivitas, melainkan syarat penting untuk memastikan kelangsungan partisipasi generasi muda dalam sistem ekonomi yang senantiasa berubah.

Pada akhirnya, cara Generasi Z menavigasi ekonomi yang sulit memberikan wawasan penting untuk arah pembangunan di masa mendatang. Ketahanan mental yang mereka bentuk seharusnya tidak dilihat sebagai penghindaran dari tanggung jawab ekonomi, tetapi lebih sebagai penyesuaian yang logis terhadap perubahan dalam pola kerja dan kehidupan. Untuk itu, usaha individu ini harus ditanggapi melalui kebijakan dan praktik kerja yang lebih manusiawi, adaptif dan berfokus pada masa depan. Memasukkan kesehatan mental dalam agenda ekonomi bukan hanya penting bagi Gen Z, tetapi juga akan memengaruhi kualitas produktivitas dan keberlanjutan sosial di masa yang akan datang. Wartain Banten)

Penulis: Munarsih, S.S., M.M. (Dosen Universitas Pamulang)

Berita Terkait