URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
32.2 C
Jakarta
Sabtu, Desember 3, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

MERENUNG SEJENAK PEDULI BANGSA:  Menyongsong Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia (DMK), Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat (BIMA), Ketua Umum DPP Partai Sunda Nusantara (PSN)

Sampurasun. Bismillahirrahmaniirrahim.

Rasa syukur yang tiada hingga kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa atas hikmah yang besar, dari berbagai dinamika bangsa yang demikian keras, Alhamdullillah bangsa Indonesia semakin matang dan dewasa dalam berbangsa dan bernegara, di tandai dengan dua periode masa pemerintahan SBY, dan hampir dua periode masa pemerintahan Jokowi, yang dengan ke empat periode ini relatif stabil, berdasarkan Demokrasi versi khas “budaya Indonesia”.

Betapa darah dan api selalu melengkapi hidup berkebangsaan di Indonesia, dari sejak masa Revolusi, Orde Lama, Orde Baru hingga Orde Reformasi.

Pembelajaran akan ketata negaraan begitu lengkapnya, membawa hikmah pada kedewasaan berbangsa dan bernegara di tanah air Indonesia.

Tarik menarik antara Ekstra Radikal Kiri, Ekstra Radikal Kanan, dan Kaum Pertengahan/Moderat yang Nasionalis Pancasilais, mewarnai pertempuran ideologis atas bangsa yang besar ini.

Disadari ataupun hanya hidup di dalam alam bawah sadar setiap anak bangsa ? ; tarik menarik secara progresif antara Ekstra Radikal Kiri dan Ekstra Radikal Kanan, pada akhirnya menjadi bumerang bagi keduanya, mereka semakin tersudut dan termarginalkan oleh kekuatan Kaum Pertengahan/Moderat yang Nasionalis Pancasilais, ditandai dengan aturan perundang-undangan di Indonesia, yang secara tegas melarang akan eksistensi hidupnya Kedua Kutub Radikal tersebut.

Kekuatan Kaum Pertengahan/Moderat yang Nasionalis Pancasilais, diam-diam menghanyutkan, dengan strategi defensifnya, persis seperti dalam permainan catur yang elegan; pertahanan yang sangat kuat dengan menyimpan kekuatan daya serang yang dahsyat mematikan dengan skema tidak terbaca lawan.

Allahu Akbar

Optimisme ke depan, tentunya Indonesia akan lebih maju dan lebih maju lagi, karena rongrongan politis dari Ekstra Radikal Kiri dan Ekstra Radikal kanan, semakin melemah dan tidak ada artinya apa-apa lagi. Dengan demikian kehidupan berbangsa dan bernegara dari setiap anak bangsa tinggal berkonsentrasi, terhadap pembangunan di berbagai bidang, karena Masa Api dan Darah pertempuran ideologis sudah terlewati.

Konsepsi dan prinsip dalam pendidikan Lembaga Pertahanan Nasional (LEMHANAS) selalu di jelaskan, bahwa pembangunan bangsa dan negara berdasarkan kepada Tri Gatra yaitu; Geografi, Demografi dan Infra Struktur dengan muatan-muatan : IPOLEKSOSBUD HANKAM IPTEK KUMHAM.

Pendidikan LEMHANAS, sangat memahami muatan *Ideologi* menjadi Panglima dalam pembangunan bangsa dan negara, barulah kemudian di ikuti muatan-muatan lainnya. Dalam kerangka itulah penulis beserta teman-teman seperjuangan ideologis, berupaya mengisi kemerdekaan Indonesia, dengan mengingat spirit Sumpah Pemuda 28 0ktober; dengan menopang memperkuat kekuatan Ideologis Kaum Pertengahan/Moderat yang Nasionalis Pancasilais, dengan gerakan kerangka ideologis Umat Islam, sebagai *Islam Moderat/Umatan Wasaton*, dalam arti Umat Islam yang Cerdas, Bijaksana dan di penuhi rasa Kasih Sayang (Rahmatan lil Alamiin). Dan kemudian dalam gerakan penguatan ideologis konstruksi sejarah perababan bangsa, di gelindingkan kata kunci *Sunda Nusantara;* secara garis besar patut di sadari bahwa keberagaman budaya Nusantara, bapak moyangnya adalah budaya Sunda, ditandai dengan artefak kerajaan paling tua di Indonesia adalah Tarumanagara dan Salakanagara, kemudian di perkuat oleh penelitian arkeolog dunia, bahwa artefak piramid Gunung Padang di Cianjur Jawa Barat, yg usianya 10.000 tahun sebelum Masehi, bukan saja tertua di Nusantara, tetapi tertua di Asia bahkan Dunia, karena piramid di Mesir usianya hanya 3.000 tahun sebelum Masehi. Oleh karena itu tidak bisa di pungkiri gerakan ideologis kebudayaan harus berpatokan kepada kata kunci Sunda Nusantara. Budaya Sunda yang melahirkan ragam budaya Nusantara, dan ragam budaya Nusantara yang melahirkan INDONESIA.

Warta Baru
Warta Terkait