26.5 C
Jakarta
Minggu, Maret 1, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Modernisasi Peradaban

 

Samosir, Modernisasi peradaban adalah proses transformasi menyeluruh yang dialami suatu bangsa untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Ini bukan sekadar tentang membangun gedung pencakar langit atau menggunakan teknologi terbaru, melainkan perubahan mendalam pada pola pikir, struktur sosial, ketatanegaraan, dan sistem nilai.
Ada beverapa pilar utama yang terkait dengan modernisasi peradaban suatu bangsa, antara lain;
1. Transformasi pola pikir (mentalitas), modernisasi dimulai dari cara manusia berpikir. Tanpa perubahan mental, teknologi hanya akan menjadi “aksesori” tanpa esensi; (a) rasionalitas dimana

lebih mengedepankan logika dan ilmu pengetahuan di atas tradisi yang dapat menghambat kemajuan, (b)orientasi masa depan, berjuang untuk berhenti terpaku pada kejayaan masa lalu dan mulai merencanakan keberlanjutan jangka panjang, dan (c) keterbukaan adanya kemampuan untuk menerima kritik, perbedaan pendapat (dialektika), dan inovasi dari luar tanpa kehilangan jati diri.
2. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), ini menjadi mesin penggerak terjadinya modernisasi pada berbagai aspek kehidupan, yaitu dengan adanya; (a) digitalisasi dimana terjadi integrasi teknologi dalam layanan publik, ekonomi (e-commerce), dan pendidikan, (b) riset dan pengembangan (R&D), bangsa yang modern adalah bangsa yang mampu menciptakan solusi sendiri, bukan sekadar menjadi konsumen teknologi

asing, dan (c) adanya efisiensi, penggunaan alat modern untuk mempercepat produksi dan mempermudah kehidupan sehari-hari.
3. Pembangunan institusi dan hukum, dimana peradaban yang modern membutuhkan tatanan yang stabil dan adil, dimana adanya; (a) supremasi hukum, artinya bahwa hukum berlaku setara bagi semua warga negara tanpa pandang bulu, (b) birokrasibyang efisien dimana jangan ada lagi kesan suatu kebiasaan “kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah” menjadi sistem yang transparan dan cepat, (c) dan terbangunnya demokrasi agar recupta suatu partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan publik.
4. Pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM), ini menjadi penting sebagai fondasi utama; (a) memiliki literasi digital yang bersifat integral, (b),

mampu berpikir kritis inovatif dan kreatif dan (c) memiliki keahlian teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Modernisasi tidak selalu berjalan mulus, dimana seringkali muncul beberapa hambatan seperti; (a) gegar budaya adanya ketidaksiapan mental masyarakat menerima perubahan cepat, (b) kesenjangan sosial, jarak yang makin lebar antara mereka yang melek teknologi dan mereka yang tertinggal., dan (c) ancsman identitas, adanya ketakutan akan hilangnya nilai-nilai kearifan lokal akibat arus globalisasi yang kuat.
Sebagai penutup, Kadiman Pakpahan menyimpulkan bahwa modernisasi tidak selalu sama dengan westernisasi. Suatu bangsa dapat menjadi modern (maju secara teknologi dan sistem) tanpa harus meninggalkan akar budaya aslinya, seperti yang ditunjukkan oleh Jepang atau Korea Selatan. (red)

Berita Terkait