Wartain Banten | Pemerintahan | 14 Maret 2026 — Para nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang berharap program modernisasi kawasan pesisir yang dilakukan pemerintah dapat meningkatkan harga jual ikan hasil tangkapan mereka.

Nelayan setempat, Mawardi (70), mengungkapkan selama ini harga ikan yang dijual para nelayan masih relatif rendah. Akibatnya, pendapatan yang diperoleh dari hasil melaut sering kali tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
Menurut Mawardi, salah satu pengeluaran terbesar saat melaut adalah biaya bahan bakar solar yang harus dibeli dengan harga berbeda dan lokasi pengambilan yang cukup jauh.
“Ya itu tadi. Pertama kita kan ada pengeluaran untuk solar. Itu ngambilnya cukup jauh dan harganya berbeda,” ujarnya.

Selain bahan bakar, biaya operasional dan logistik selama melaut juga menjadi beban bagi para nelayan. Pendapatan yang diperoleh sering kali hanya tersisa sedikit setelah dikurangi berbagai kebutuhan selama melaut.
Ia menambahkan, hasil tangkapan juga harus dibagi dengan kru kapal karena nelayan tidak dapat melaut sendirian.
“Karena nggak bisa melaut sendiri,” katanya.
Mawardi juga menyoroti kondisi cuaca yang dalam setahun terakhir dinilai kurang bersahabat. Hal tersebut membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut karena risiko yang cukup tinggi, sementara sebagian besar masyarakat di wilayah Cikeusik menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Itu juga seharusnya bisa diperhatikan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Yusuf Khudaeri. Ia berharap keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut.
Menurutnya, sebagian besar nelayan di Cikeusik masih menggunakan peralatan tangkap tradisional, sehingga membutuhkan dukungan fasilitas dan pendampingan agar dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka.
“Oleh karena itu, kami berharap fasilitas yang disediakan pemerintah ini tidak hanya sampai selesai pembangunannya saja, tapi juga dilakukan pendampingan kepada para nelayan di sini agar bisa naik kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini berupaya mendorong kesejahteraan nelayan melalui berbagai program, salah satunya pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurutnya, kawasan KNMP di Desa Cikiruhwetan menjadi salah satu proyek percontohan modernisasi wilayah pesisir di Provinsi Banten.
“Pelelangan yang dulu kumuh, melalui program KNMP dibuat lebih bersih, rapi dan tertata dengan baik. Termasuk pengelolaannya juga lebih modern,” kata Dimyati.
Wagub Banten, Dimyati, menjelaskan bahwa pembangunan KNMP mencakup tempat pelelangan ikan modern, dermaga, bengkel perahu, dan balai nelayan untuk pelatihan.
Ia mengimbau masyarakat menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.(WartainBanten)































