26.8 C
Jakarta
Sabtu, April 11, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

*Nilai-nilai Etika Sebagai Cahaya Kepribadian Yang Sehati dan Otentik*

*Nilai-nilai Etika Sebagai Cahaya Kepribadian Yang Sehati dan Otentik*

Warta.in, 11 April 2026 – Etika itu dibangun oleh rasa malu, harga diri serta kehormatan sebagai manusia yang tahu adat untuk tidak dilanggar sebagai bentuk dari disiplin diri yang dibangun oleh kebiasaan hidup sehari-hari. Idealnya memang, etika itu — sebagai aturan yang tidak tertulis –sudah harus dipahami dan ditaati sejak masa anak-anak hingga dewasa dan terus sampai usia senja, tak boleh surut dan tudak boleh dikurangi sedikit pun. Idealnya, justru perlu terus ditingkatkan — lebih serius, lebih disiplin dan lebih taat untuk dipegang — karena etika sebagai aturan yang tidak tertulis itu dapat membentengi diri sebagai pribadi yang tangguh dan mengagumkan bagi banyak orang yang akan ikut serta meneladani sikap dan sifat yang mulia itu.

Etika itu biasanya mulai bertumbuh dari lingkungan tradisi keluarga, adat istiadat dalam masyarakat sekitar kehidupan sehari-hari. Lalu bisa berkembang atau diperkuat atau ikut diuji dalam tata pergaulan sehari-hari, mulai dari lingkungan sekolah, tempat kuliah atau dari lingkungan pergaulan bersama sahabat hingga ke tempat kerja yang akan sangat menentukan sifat dan sikap yang akan tercermin dalam etika yang ada dalam setiap diri manusia. Hanya saja bentuk dan warna serta kadar dari kualitas etika itu yang bisa membedakan antara seseorang dengan kualitas dan kadar dari kekentalan etika itu antara seseorang dengan orang lain.

Betapa Penting dan perlunya etika ini,
maka sejumlah organisasi profesi membuat serta menyusun pedoman seperti kode etik profesi. Biasanya dibuat untuk organisasi wartawan, jurnalis, driver hingga sejumlah jenis dan bentuk pekerjaan atau aktivitas yang berkaitan dengan orang banyak. Termasuk saat berada ditempat umum, misalnya adanya larangan agar tidak merokok seperti yang mulai banyak diberlakukan saat berada di dalam kendaraan darat dan pesawat udara. Karena itu jika terjadi pelanggaran dari para penyandang pekerjaan tertentu — termasuk Tentara dan Polisi — akan diperiksa terlebih dahulu secara etik oleh Anggota Dewan Kehormatan atau satu lembaga yang khusus ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan atas pelanggaran yang telah dilakukan untuk menetapkan sanksi apa yang layak dikenakan kepada yang bersangkutan.

Biasanya, keputusan Dewan Etik akan sangat menentukan keputusan lebih lanjut terhadap dugaan pelanggaran yang telah dilakukan oleh yang bersangkutan. Namun yang sulit, untuk beberapa jenis dan bentuk pekerjaan yang belum memiliki kode etik yang tertulis sebagai kesepakatan baku yang dapat menjadi pegangan bagi mereka yang bergiat dalam bidang atau pekerjaan tertentu. Sehingga yang dapat menjadi pegangan hanyalah kesepakatan yang tidak tertulis itu dengan takaran baik dan tidak baik yang diasandarkan pada moralitas atau kepatutan yang berlaku umum dalam lingkungan masyarakat setempat. Soalnya tatanan moralitas dari satu tempat biasanya relatif memiliki perbedaan yang cukup signifikan untuk tidak disandingkan begitu saja secara umum dengan etika yang berlaku.

Bahkan dalam perang yang bisa saling menghancurkan secara fisik dan mental hingga moral pun, ada etikanya. Maka itu penolakan Iran terhadap ajakan melakukan gencetan senjata dalam perang di kawasan Timur Tengah antara Iran melawan Israel yang didukung Amerika Serikat serta kroninya tak hendak diterima oleh Iran, karena sudah beberapa kali Iran diingkari dengan serangan, termasuk keculasan israel terhadap tentara yang mengusung misi perdamaian seperti tentara Indonesia yang tewas di Libanon sebafai daerah netral yang ada di kawasan Timur Tengah.

Jadi, betapa penting dan perlunya etika itu dimiliki dan dipatuhi oleh setiap orang untuk menjaga integritas dirinya sebagai manusia yang beradab. Karena itu dalam tara pergaulan, pekerjaan, kelompok, organisasi dan seterusnya yang belum memiliki kesepakatan tata etika yang tertulis secara baku, dapat merujuk pada tata etika yang tidak tertulis — yang dapat diterima secara umum — sebagai pedoman yang oebih bebas dengan berpegang pada hal-hal yang baik dan menghindari apa saja sekiranya yang dianggap buruk dan tidak pantas serta dirasa tidak patut untuk dilakukan, bisa menjadi pedoman dan pegangan demi keharmonisan tata hubungan dengan pihak manapun.

Itulah sebabnya, etika seseorang akan menunjukkan latar belakang adat, tradisi serta latar belakang dari keluarga hingga kualitas dari tingkat pendidikan yang menjadi latar belakang dari pola sikap serta sifat seseorang yang memiliki kepribadian yang khas. Sebab dari berbagai latar belakang yang mewarnai karakter bawaan seseorang dalam masyarakat, akan sangat menentukan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, atas dasar inilah etika menjadi sangat penting dalam membangun kecerdasan dan kemampuan spiritual, karena kecerdasan dan kemampuan spiritual pun akan sangat menentukan nilai-nilai etika yang akan menjadi cahaya kepribadian yang sejati dan otentik dari diri seseorang untuk dianggap beradab atau tidak. (HD)

Sumber: (Banten, 10 April 2026 Jakob Ereste)

Berita Terkait