24.7 C
Jakarta
Sabtu, Maret 7, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Noera Skincare Berikan Sosialisasi Serta Edukasi, Hindarkan Maayarakat Dalam Pemakaian Cream Abal-Abal !!

Warta.in, Jember – Juma’at, 06-03-2026 Produk kecantikan kulit wajah adalah sebuah bisinis yang menjanjikan karena banyak digunakan dan diburu oleh berbagai kalangan terutama kaum Hawa untuk mempercantik diri juga kemolekan mereka.

Namun, tingginya permintaan dalam pangsa pasar justru menghadirkan tindak kecurangan dalam praktik pembuatan serta peredarannya yang berujung pada kerugian terhadap konsumen.

Atas dasar keprihatinan itulah Noera ( Noera by Reisha) yang merupakan produk kecantikan dan skincare lokal Indonesia serta bersertifikat BPOM, berikan sosialisasi untuk menghidari pemakaian cream abal-abal serta edukasi “bersihkan trauma pasca lepas cream abal-abal” juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilih produk perawatan kulit yang aman dan resmi.

Bertempat di ballroom Cadillac 2 fortuna grade hotel, acara ini menghadirkan 3 orang moderator diantarnya Husnul Hotimah ( Edukator Kesehatan), dr. Grandika (Dokter Kecantikan), serta Erdi Istiaji, S.Psi., M.Psi., (Psikolog dari Unej), para moderator tersebut akan memberikan pemahaman mendalam tentang dampak jangka pendek maupun panjang dari pemakaian cream ilegal atau abal-abal serta menginformasikan mengenai bagaimana produk abal-abal itu, merusak kulit dan mengganggu kesehatan secara keseluruhan.

Dalam pemaparannya, dr. Grandika menjelaskan penggunaan cream abal-abal yang menjanjikan hasil instan seperti kulit lebih putih atau mulus dalam waktu singkat, sebenarnya membawa risiko serius. Bahan aktif berbahaya dalam cream tersebut, seperti merkuri, hydroquinone dosis tinggi, dan steroid, dapat menimbulkan kerusakan permanen pada kulit.

“Efek samping tidak hanya berupa iritasi atau kemerahan, tetapi kulit bisa menjadi lebih tipis, sensitif, dan rentan terhadap masalah kulit lain namun apabila terlanjur menggunakan tahap awal yang dilakukan harus melakukan penghentian lalu gunakan pembersih wajah dan pelembab tabir surya untuk melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut,” kata dr. Grandika.

Selain itu aspek dari faktor psikologis juga menjelaskan bahwasanya dampak tuntutan untuk meraih kesempurnaan yang mendorong para konsumen sehingga mengabaikan keselamatan serta keamanan di dalam produk.

“Dorongan untuk memiliki kulit putih dan mulus membuat sebagian orang mudah tergoda produk instan. Padahal, keputusan yang diambil tanpa pertimbangan keamanan dapat berdampak negatif pada kesehatan kulit dan kepercayaan diri,” pungkas Erdi.

Sementara itu, edukator kesehatan Husnul Hotimah menekankan pentingnya literasi kosmetik bagi masyarakat. Ia menyarankan agar konsumen selalu memeriksa nomor izin edar, membaca komposisi bahan, dan tidak mudah percaya klaim hasil instan sebelum membeli produk.

Ket Foto : Husnul Hotimah edukator kesehatan (Kiri) bersama Bunda Bali praktisi hukum.

Sosialisasi dan edukasi ini juga memberikan tips sederhana namun efektif agar masyarakat terhindar dari risiko cream abal-abal. Menurut para narasumber, langkah paling dasar adalah memastikan produk memiliki izin edar resmi dan menghindari produk yang menjanjikan perubahan instan tanpa jaminan keamanan,” tuturnya.

Husnul menambahkan, melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih skincare. Kesadaran untuk membeli produk aman tidak hanya melindungi kulit, tetapi juga membangun kepercayaan diri jangka panjang.

“Kesehatan kulit tidak bisa didapat secara instan, dan edukasi mengenai keamanan kosmetik merupakan langkah penting untuk menjaga kulit tetap sehat dan terhindar dari risiko produk ilegal,” pungkasnya.

Selain itu kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari serang praktisi hukum yang akrab disapa Bunda Bali, yang turut hadir sebagai peserta dalam acara ini.

“Hal semacam ini sangat bagus untuk memberikan wawasan terhadap masyarakat yang awwam (kurang) pengetahuan mengenai produk yang abal-abal, sehingga akan berhati-hati untuk memilih produk, sekaligus hal uga sebagai bentuk langkah positif kepada masyarakat agar dapat memperkecil peredara produk abal-abal itu,” pungkas Bunda Bali

Berita Terkait