33 C
Jakarta
Senin, September 27, 2021

P3E Suma Apresiasi Kompetisi Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan

Warta.in, Gowa-Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma) bekerjasama dengan BP2SDM – PUSLATMAS dan PGL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan pemantauan kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Gowa.

Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Pengelolaan Daur Ulang Sampah Organik dan Anorganik Bagi Warga Masyarakat di Objek Wisata”

Olehnya itu kegiatan ini sebagai tindak lanjut kompetisi “Wanted, Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan” dan sebagai sebuah tindakan nyata kepedulian P3E Suma terhadap pengelolaan sampah di daerah Kecamatan Tinggimoncong dan Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa di Kantor Lurah Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Setelah dilakukan pemantauan terhadap kegiatan yang dilaksanakan Komunitas Peduli Gowa pada warga masyarakat di objek wisata dapat terlaksana dengan baik.

“Dari kegiatan ini diharapkan adanya pembaruan pada pengelolaan sampah di daerah Kecamatan Tinggimoncong dan Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa,” kata Kepala P3E Suma Darhamsyah. Kamis, 26 Agustus 2021 yang diwakili Kepala Bidang Evaluasi dan Tindak Lanjut Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup dan Kehutanan P3E Sulawesi dan Maluku, Mery Hadriyani Chairuddin.

“Komunitas Peduli Gowa yang diinisiasi oleh para pemuda dan pemudi bisa menjadi contoh untuk generasi baru agar meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan,” imbuh Mery.

Kabid Evaluasi dan Tindak Lanjut Pengelolaan SDA dan LHK, Mery Hadriyani Chairuddin menyampaikan bahwa kedatanganya ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Kompetisi “Wanted, Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan” yang dilaksanakan oleh Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan (Puslatmas & PGL) pada tanggal 22 Maret sampai dengan 30 April 2021 dan P3E Suma ditugaskan sebagai pemantau kegiatan.

Lebih lanjut Mery Hadriyani mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Peduli Gowa yang peduli dengan sampah dan mengucapkan selamat menjadi pemenang kompetisi di Ekoregion Sulawesi.

Menurutnya pengelolaan sampah harus diawali dari skala rumah tangga karena mengurus sampah itu tidak mudah dan butuh kerjasama dari semua pihak.

“Berhasilnya suatu kegiatan adalah setelah kita melaksanakan kegiatan dan mengaplikasikan kegiatan tersebut,” pesan Mery pungkas.

Sementara itu Iis Nurismi, selaku Camat Tinggimoncong dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangan Kepala Bidang Evaluasi dan Tindak lanjut Pengelolaan SDA Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta jajarannya dari P3E Suma suatu kebanggaan tersendiri bagi warga Malino.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kebersamaan warga Kelurahan Malino dalam melakukan pengelolaan sampah yang merupakan masalah bersama saat ini, serta menginginkan adanya tindak lanjut dari kegiatan tersebut,” ucap Iis Nurismi pungkas.

Pemapar materi berikutnya pengolahan sampah organik menjadi pupuk padat dan cair dengan metode komposter aerob oleh Hidayatullah sebagai ketua Komunitas Peduli Gowa.

Hidayatullah bersyukur karena kegiatan tersebut bisa terlaksana sekaligus dihadiri langsung oleh Tim Pemantau dari P3E Suma dan Camat Tinggimoncong serta masyarakat Kelurahan Malino.

Dia mengatakan akan membantu menangani pengelolaan sampah yang ada di Kecamatan Tinggimoncong dengan membeli sampah yang sudah dipilah. Tim mereka akan datang langsung ke masyarakat setiap hari sabtu untuk menjemput sampah yang sudah dipilah.

Hal ini dilakukan karena melihat kondisi pengelolaan sampah belum maksimal di Kecamatan Tinggimoncong dan masih banyak ditemui sampah bertumpuk serta dibuang ke sungai yang bisa mencemari sungai.

Menurut Hidayatullah ini akan berdampak pada berkurangnya dukungan ekonomi dan merusak ekosistem. Dia juga berjanji akan mengedukasi masyarakat tentang pembukuan pembelian sampah dan memberikan price list dan jenis sampah yang akan dibeli.

Kasubid Tindak Lanjut P3E Suma Rina Triany Muchsin, menambahkan sampah yang ada di Malino merupakan sampah yang dibawa oleh pendatang sehingga harus ditangani dengan baik, karena Malino adalah tempat Wisata.

“Kepada Tim Komunitas Peduli Gowa untuk menyiapkan vendor atau perusahaan yang akan membeli sampah mereka sebelum Komunitas Peduli Gowa melakukan transaksi jual beli sampah dengan masyarakat,” saran Rina sapaan akrab Kasubid Tindak Lanjut ini.

Hal senada dijelaskan Kasubid Uji Kualitas Lingkungan P3E SUMA Faisal Muis. Menurutnya sampah menjadi persoalan nasional karena produksi sampah semakin hari semakin besar dan tidak terbatas sehingga harus ada pengelolaan sampah secara baik.

Kasubid Uji Kualitas Lingkungan menambahkan bahwa target pemerintah untuk tahun 2021 sampah yang dikelolah adalah 25% dan sampah yang masuk ke TPA 75%, sampah yang masuk ke TPA harus menggunakan sistem control Landfill sehingga sampah tidak boleh dibuang ke lingkungan  dan dibakar secara terbuka karena menimbulkan gas dioksin yang beracun dan mematikan.

“Limbah B3 tidak boleh dibawa ke lingkungan dan harus dikelolah tersendiri,” tutup Faizal.

“Selama ini mereka belajar sambil praktek, dan telah mengelolah sampah dari 60% sampai 70% sampah organik, solusi untuk pengurangan dan penanganan dengan pengomposan dan Maggot,” jelas Camat pada pemantauan ke lokasi pengomposan di samping Kantor Camat Tinggimoncong.

Meskipun pengomposan masih dilakukan dalam skala sedang dan belum terlalu memenuhi syarat, Tim pemantau dari P3E SUMA sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Camat Tinggimoncong dan akan menyampaikan atau melaporkan kegiatan tersebut kepada lembaga terkait yang ada di KLHK.

Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan covid-19 ketat berupa menjaga jarak, mencuci tangan, serta tetap memakai masker.

Hadir juga Husnul Khatimah Ardan, selaku Lurah Malino dan masyarakat kelurahan Malino.

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img