29 C
Jakarta
Selasa, Oktober 20, 2020

PAGUYUBAN SUNDAWANI WIRABUANA MENOLAK RENCANA KEMENDIKBUD

Wartaindonesia.com – Senin, 21 September 2020.

Bandung – Ditengah Pandemi yang membingungkan, kali ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menambah kebingungan dunia Pendidikan bahkan cenderung melemahkan karakter bangsa dengan berencana membuat mata pelajaran sejarah menjadi tidak wajib dipelajari siswa SMA dan sederajat.

Hal ini jelas bertentangan dengan UUD No 5 Tahun 1992
Bahwa benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan demi pemupukan kesadaran jatidiri bangsa dan kepentingan nasional.

Bukankah Bung Karno juga menyampaikan : Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jasmerah) Jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri di atas kekosongan.
Jelas bahwa Mendikbud sangat tidak paham dengan kebijakannya yang sangat tidak bijak bahkan bertentangan dan menghianati visi dan misi Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalam Nawacita butir kedelapan, yaitu :

Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia’.

Berangkat dari itu, kami menilai rencana Kemendikbud ini merupakan jenis pembangkangan kebijakan politik.
Atau mungkin Mendikbud sedang berkonspirasi dalam pelemahan sejarah dan Arkeologi di Indonesia yang pernah mencuat isu kejatidirian bangsa Indonesia, bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia, semacam Atlantis, Ini seiring dengan terbitnya terjemahan dua buku kontroversial, “Atlantis itu Indonesia” (Arysio Santos, 2009) dan “Eden in the East” (Stephen Oppenheimer, 2010). Bahwa Indonesia memiliki peradaban yang sangat luar biasa.

Atau mungkin juga Pa Mentri ini secara tidak sadar atau tidak pernah tentang teorinya
penulis Swedia Juri Lina, yang pada tahun 2004 menulis buku kontroversial “Architects of Deception- the Concealed History of Freemasonry”. Dalam bukunya ini, Juri Lina berpendapat bahwa ada tiga cara untuk melemahkan dan menjajah suatu negeri :
1. Kaburkan sejarahnya
2. Hancurkan bukti2 sejarahnya agar tak bisa dibuktikan lkebenarannya
3. Putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya, katakan bahwa leluhurnya itu bodoh dan primitif.
Jadi, apabila rencana Kemendikbud dengan mengkerdilkan mata pelajaran sejarah lalu bagaimana Indonesia akan menjadi negara besar dan maju jika masyarakatnya tidak tahu tentang sejarah bangsanya sejak dini.
Hal tsb sejalan dengan pandangan ilmuwan sejarah, Kuntowidjojo (2001) dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah, yang diterbitkan Yayasan Bentang Budaya, disebutkan bahwa sejarah merupakan ilmu yang mempunyai makna sosial yang penting bagi perkembangan dan perubahan masyarakat.
Dalam Falsafah Sejarah, Galunggung Rakeyan Darmasiksa, Raja Sunda (1175-1297) disebutkan

“Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke, aya ma beuheula aya tu ayeuna, hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna. Hana tunggak hana watang, tan hana tunggak tan hana watang. Hana ma tunggulna aya tu catangna.” ”
Artinya: Ada dahulu ada sekarang, bila tak ada dahulu tak akan ada sekarang, karena ada masa silam maka ada masa kini, bila tak ada masa silam takan ada masa kini. Ada tunggak tentu ada batang, bila tak ada tunggak tak akan ada batang, bila ada tunggulnya tentu ada batangnya.
Maka dengan ini, atas dasar terpeliharanya nilai-nilai kebangsaan Republik Indonesia.
Kami segenap pengurus Paguyuban Sundawani Wirabuana sebagai organisasi pelestari budaya dan nilai-nilai bangsa menolak rencana kebijakan Kemendikbud tentang membuat mata pelajaran sejarah menjadi tidak wajib dipelajari siswa SMA dan sederajat yang akan diterapkan Maret 2021.

 

Narasumber : Robby Maulana Zulkarnaen
Ketua Umum
Paguyuban Sundawani Wirabuana. Pewarta : Kang Layung Sw 4212.            Editor : Liesna Ega.

Latest news

DANREM 062/TN MEMBUKA LATIHAN UST TNGKT KOMPI SENAPAN YONIF RAIDER 301/PKS

Warta.in | Cimalaka, Sumedang.       Danrem 062/Tn Kolonel Inf Muhamad Muchidin.S.Sos membuka sekaligus memberikan briefing kepada pelaku, penilai dan Wasdal penyelenggaraan Uji Siap...

Oknum Perangkat Desa Sidorenggo Malang, Dilaporkan ke Polsek Ampelgading

Malang Raya~Dianiaya, perangkat Desa Sidorenggo Kabupaten Malang, Sulistiono yang didampingi LIN akhirnya Melaporkan pelaku ke SPKT Polsek Ampelgading kabupaten Malang. Dihadapan petugas SPKT Polsek...

# Wujudkan Tempat Rehabilitasi LIN audiensi ke BNNK Muara Enim#

MUARA ENIM.   Badan Narkotika Nasional KABUPATEN ( BNNK) Muara Enim, menerima audiensi Pengurus DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Muara Enim dalam rangka silaturami dan mengenalkan...

Taruna AAL Satlat KJK 2020 Serahkan Sembako Ke Satgas Puter di Pulau Rondo

Taruna AAL Satlat KJK 2020 Serahkan Sembako Ke Satgas Puter di Pulau Rondo Pulau Rondo, (20/10) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan ke-67 yang...

Related news

DANREM 062/TN MEMBUKA LATIHAN UST TNGKT KOMPI SENAPAN YONIF RAIDER 301/PKS

Warta.in | Cimalaka, Sumedang.       Danrem 062/Tn Kolonel Inf Muhamad Muchidin.S.Sos membuka sekaligus memberikan briefing kepada pelaku, penilai dan Wasdal penyelenggaraan Uji Siap...

Oknum Perangkat Desa Sidorenggo Malang, Dilaporkan ke Polsek Ampelgading

Malang Raya~Dianiaya, perangkat Desa Sidorenggo Kabupaten Malang, Sulistiono yang didampingi LIN akhirnya Melaporkan pelaku ke SPKT Polsek Ampelgading kabupaten Malang. Dihadapan petugas SPKT Polsek...

# Wujudkan Tempat Rehabilitasi LIN audiensi ke BNNK Muara Enim#

MUARA ENIM.   Badan Narkotika Nasional KABUPATEN ( BNNK) Muara Enim, menerima audiensi Pengurus DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Muara Enim dalam rangka silaturami dan mengenalkan...

Taruna AAL Satlat KJK 2020 Serahkan Sembako Ke Satgas Puter di Pulau Rondo

Taruna AAL Satlat KJK 2020 Serahkan Sembako Ke Satgas Puter di Pulau Rondo Pulau Rondo, (20/10) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan ke-67 yang...