URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
34 C
Jakarta
Senin, September 26, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Partai Ummat Ajak Warganet Ciptakan “Cyber Peace” Di Media Sosial

Warta.in | Jakarta. – Partai Ummat mengajak masyarakat luas untuk menciptakan “cyber
peace“ di media sosial sehingga terbangun suasana yang kondusif dalam rangka membangun
demokrasi sebagai prasyarat pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mengatakan “cyber peace“ atau kedamaian siber
dalam sembilan tahun terakhir telah hilang dan berganti menjadi peperangan tidak sehat antar
kelompok yang berbeda pandangan politik sejak munculnya buzzer jahat.
“Fenomena buzzer ini adalah fenomena baru dalam politik Indonesia. Sebelumnya kita tidak
mengenalnya. Tetapi dalam sembilan tahun terakhir ini dunia media sosial kita dikotori oleh ulah
buzzer jahat yang ditugaskan untuk memanipulasi kesadaran publik dengan hoax, fitnah, dan
disinformasi,“ Ridho Rahmadi menjelaskan.

Pihak-pihak yang takut melakukan kontestasi politik secara fair, kata Ridho, telah
menyalahgunakan buzzer di media sosial untuk melakukan penyesatan informasi kepada publik
untuk mendapatkan keuntungan politik jangka pendek tetapi merusak demokrasi secara serius
dalam jangka panjang.
“Internet, teknologi digital, dan media sosial dapat memainkan peran positif sekaligus negatif
dalam menciptakan kohesi sosial, dinamika politik, dan masalah sosial yang lebih luas di negara
kita.

Media sosial saat ini dapat memicu kebencian dan kekerasan, polarisasi, dan membangun
dukungan bagi para pemimpin otoriter,” Ridho menjelaskan.

Namun, Ridho menambahkan, media sosial juga sebaliknya dapat membantu masyarakat
memerangi ujaran kebencian, meningkatkan kesadaran melalui dialog online dan informasi yang
akurat, serta pemberdayaaan gerakan sosial untuk mendukung demokrasi dan perubahan sosial.

Perdamaian di dunia maya, kata Ridho, bukanlah sekadar hilangnya serangan dan eksploitasi
digital, melainkan lebih dari itu adalah bangkitnya kesadaran publik untuk menggunakan internet
sebagai sarana untuk mencapai kemajuan bersama dalam melakukan perubahan sosial dalam
membangun negeri.
“Untuk itulah kita harus membangun kedamaian di dunia maya dengan tradisi dan etika yang kita
warisi dari leluhur kita yang cinta damai, cinta keselarasan sosial, dan penghormatan kepada
sesama manusia yang juga menjadi inti ajaran Islam,” kata Ridho.

Ridho melanjutkan, masyarakat masih bisa menghentikan perang dunia maya sebelum dimulai
dan berakhir dengan parah, yaitu dengan meletakkan dasar bagi kedamaian dunia maya yang
positif yang menghormati hak asasi manusia dalam sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi, dan
konasi.

Kita masih yakin bahwa generasi mendatang akan memiliki pemahaman yang lebih baik karena
mereka tumbuh dengan menggunakan teknologi digital. Kita harus membiasakan hal ini dengan
tidak hanya mengajarkan teknologi tetapi juga nilai-nilai yang terkait dengannya,” kata Ridho.

Ridho melanjutkan, masyarakat harus mencoba memahami internet sebagai kebaikan bersama
antar anak bangsa.
“Menebar kebencian, saling hujat, saling caci, menebar informasi bohong atau hoax kerap
memanfaatkan digital platform media sosial sebagai alat serangan siber tanpa melihat etika dan
norma, yang kita tahu memiliki pengaruh sangat besar dalam relasi sosial masyarakat hingga saat
ini,” kata Ridho.

Generasi zilenial dan milenial, menurut Ridho, sebagai pengguna terbesar media sosial, memiliki
peran penting dalam pembiasaan bijak bermedia sosial yang bertanggung jawab dan ikut
menciptakan pesan damai dalam melawan kezaliman dan menegakkan keadilan di dunia maya.

Ridho mengajak warganet agar media sosial dijadikan pilar kelima demokrasi bersama dengan
pers untuk menjadi penjaga demokrasi, berbuat kebaikan, menumbuhkan gerakan sosial, dan
menciptakan gerakan politik yang positif.
“Maka dari itu, Partai Ummat menghimbau kepada kita semua bahwa mulai dari aktivitas
percakapan dan penyebaran pesan, juga aktivitas respon yang singkat, kita sebaiknya memahami
platform media sosialnya, cara penggunaannya, dan sisi hukumnya,” Ridho menjelaskan.

Ridho mengatakan Partai Ummat mengajak warganet untuk menjauhi penghinaan, kebencian,
perundungan, informasi bohong (hoax), dan disinformasi di media sosial. Karena gerakan digital
ini tidak terlepas dari rasa empati yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,
tambah Ridho.
“Dalam Islam kita mengenalnya sebagai perkataan yang benar (qualan sadida), berdampak dan
efektif (qualan baligha), kata yang baik (qualan ma’rufa), ucapan yang mulia (qaulan karima),
kata yang lemah-lembut (qaulan layina), dan kata yang mudah dipahami (qaulan maysura),”
Ridho menjelaskan.
Ridho mengatakan sebaiknya warganet membangun kedewasaan dan empati dalam
berkomunikasi yang disertai etika dan kesiapan intelektual yang berdasar pada literasi digital.
“Dalam mempergunakan media sosial, mari kita selalu positif sehingga platform digital ini
menjadi rahmatan lil ‘alamin,” pungkas Ridho Rahmadi.(Wan)

Warta Baru
Warta Terkait