PBSA Bidik Pertumbuhan Signifikan di 2026, Andalkan Diversifikasi dan Efisiensi Operasional
Warta In Jabar – Emiten konstruksi spesialis industri, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), menyatakan optimisme tinggi dalam menatap tahun buku 2026. Melalui gelaran Public Expose Insidentil yang diadakan baru-baru ini, manajemen memaparkan strategi penguatan fundamental dan ekspansi pasar sebagai motor utama pertumbuhan perusahaan.

Sebagai pemain utama dalam pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) dan refinery, PBSA melihat tren hilirisasi komoditas di Indonesia masih menjadi angin segar. Perusahaan memproyeksikan permintaan infrastruktur pengolahan CPO akan tetap stabil, didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan nilai tambah produk dalam negeri.
Untuk memperkuat struktur pendapatan dan memitigasi risiko fluktuasi harga komoditas, PBSA kini gencar melakukan diversifikasi proyek. Fokus perusahaan kini meluas ke sektor:

Industri Makanan & Minuman (F&B): Pembangunan fasilitas produksi modern.
Infrastruktur Energi: Proyek-proyek pendukung sektor energi terbarukan.
Penyimpanan Kimia: Pembangunan tangki timbun dan fasilitas logistik khusus.
Direksi PBSA menekankan bahwa optimisme di tahun 2026 bukan tanpa landasan. Perusahaan telah mengimplementasikan sistem manajemen proyek berbasis teknologi untuk menekan pemborosan biaya (cost efficiency) dan memastikan ketepatan waktu pengerjaan.
”Fokus kami di 2026 adalah memberikan nilai maksimal bagi pemegang saham melalui eksekusi proyek yang presisi dan pemilihan portofolio yang lebih beragam,” ujar perwakilan manajemen dalam paparan publik tersebut.

Pelaksanaan Public Expose Insidentil ini merupakan langkah proaktif PBSA dalam menjaga komunikasi dengan investor. Dengan neraca keuangan yang sehat dan rasio utang yang terkendali, PBSA optimis dapat memenangkan lebih banyak kontrak strategis di sisa tahun ini hingga mencapai puncaknya di 2026.





























