25.6 C
Jakarta
Kamis, Februari 19, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

PEDA KTNA 2025, Andra Soni Ajak Petani dan Nelayan Banten Kuasai Teknologi Pertanian

Wartain Banten | Pemerintahan | 28 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni mengajak seluruh peserta Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) Provinsi Banten 2025 untuk menguasai dan mengelaborasi perkembangan teknologi guna memajukan sektor pertanian dan perikanan di Banten.

Ajakan tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri pembukaan PEDA KTNA 2025 yang digelar di Alun-Alun Kota Cilegon, Sabtu (27/9/2025). Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 26 hingga 30 September 2025 dengan mengusung tema “Mewujudkan Petani dan Nelayan Banten yang Maju, Mandiri dan Modern Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan.”

Menurut Andra Soni, penggunaan teknologi di sektor pertanian akan meningkatkan hasil produksi pasca panen, dan karena itu, penggunaan teknologi harus terus ditingkatkan.

Andra Soni menyatakan bahwa PEDA KTNA 2025 adalah forum di mana petani, nelayan, petani hutan, penyuluh pertanian, pengusaha, dan pemerintah daerah berkumpul untuk berbagi informasi dan inovasi teknologi serta berbagi pengalaman dalam memberikan peran dalam pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Untuk itu, kegiatan ini diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian mewujudkan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten,” ujarnya.

Andra Soni menjelaskan, salah satu program hasil cepat Presiden Prabowo Subianto adalah peningkatan produktivitas pertanian. Untuk mencapainya, seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian harus bekerja sama dan bekerja sama untuk meningkatkan ekonomi lokal.

“Pada tahun 2024 kontribusi sektor pertanian mencapai 5,72 persen dari total PDRB menurut lapangan usaha di Provinsi Banten,” jelasnya.

Karena itu, untuk memastikan ketahanan pangan, produktivitas sektor pertanian diciptakan melalui kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, KTNA, pelaku usaha agrobisnis, kelompok tani, penyuluh, lembaga keuangan mikro, dan toko modern.  Meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi lokal termasuk dalam hal ini.

Sementara itu, Agus M Tauchid, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, menyatakan bahwa Provinsi Banten menempati peringkat ke-9 dalam kontribusi terhadap produksi nasional pada tahun 2024, dan pada tahun 2025, menjadi provinsi penghasil beras ke-8.   Kondisi ini sejalan dengan hasil indikator makro, yaitu peningkatan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Banten selama enam tahun berturut-turut.  Ini mengklasifikasikan Provinsi Banten sebagai wilayah yang sangat tahan pangan.

“Begitu juga tingkat kesejahteraan petani Banten cukup baik yang diukur dengan Nilai Tukar Petani (NTP) dalam dua tahun terakhir ini cukup tinggi,” ujarnya.

Menurut Oong Sahroni, Ketua KTNA Provinsi Banten, PEDA KTNA 2025 memiliki banyak kegiatan, termasuk inovasi teknologi, pertemuan sukses petani, studi banding, dan lainnya.  Pertemuan dan kolaborasi ini memungkinkan komunikasi antar petani dan pelaku usaha tani.

“KTNA banyak memberikan kontribusi pembangunan pada sektor pertanian,” katanya.

Oong juga menyatakan bahwa dia dan Gubernur Banten Andra Soni akan terus bekerja sama untuk mengubah sektor pertanian menjadi program luar unggulan di Provinsi Banten. Dengan RPJMD yang sudah disahkan, sektor pertanian akan mendapatkan lebih banyak perhatian.

“Maka dari itu para petani jangan putus asa, jangan lelah untuk terus berjuang demi kesejahteraan diri, keluarga, masyarakat, dan Provinsi Banten,” pungkasnya.

Tahun ini, PEDA KTNA diikuti oleh sekitar 426 peserta dari seluruh Provinsi Banten, yang masing-masing membawa inovasi mereka untuk mengembangkan sektor pertanian.

“Ini yang akan kita bahas bersama, bagaimana inovasi-inovasi yang ada bisa dikembangkan lebih luas untuk peningkatan produksi di Provinsi Banten,” katanya

PEDA KTNA merupakan ajang rutin yang diselenggarakan setiap tiga tahun, sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Nasional (PENAS) KTNA tingkat nasional. Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan para petani dan nelayan andalan yang siap bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian nasional.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum