25.9 C
Jakarta
Rabu, Oktober 27, 2021

PELABUHAN TOMOK TOUR PENUH TUMPUKAN SAMPAH BERAROMA BUSUK

Warta.in – Samosir.
Tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tidak sedap alias bau busuk di pelabuhan Penyeberangan Kapal kayu tradisional Tomok Tour di Desa Tomok, Kec. Simanindo, Kab. Samosir terus menerus menjadi sorotan, karena sangat menggangu indra penciuman dan penglihatan bagi yang melewati lokasi itu.

Hal ini sesuai amatan rekan awak media (Tampu) dilapangan pada hari Minggu (24/01/2021) saat melewati pelabuhan penyeberangan kapal kayu trayek Tomok-Ajibata (Tomok Tour) yang merupakan salah satu pintu masuk dan keluar nya para wisatawan yang akan berkunjung ke obyek Wisata Makam Raja Sidabutar, Sigale gale dan Museum di Desa Tomok.

Tampu tercengang dan sungguh sangat terkejut karena tumpukan sampah tersebut sudah mengeluarkan aroma tak sedap, yang dipenuhi lalat dan ulat, dan tampak para pengunjung yang lewat yang keluar masuk kapal penyeberangan terlihat menutup hidung guna menahan aroma yang tak sedap itu.

Kirman Sidabutar salah satu pengawas lapangan pelabuhan Tomok Tour ketika dikonfirmasi rekan media Tampu mengatakan bahwa lokasi tumpukan sampah yang belum diangkut ini, selain tempat penyeberangan, lapangan ini juga berfungsi sebagai pasar tradisional tempat jual beli masyarakat sekitar dan juga berlokasi di sekitar pemukiman masyarakat.

“Sampah ini sudah ada hampir 2 ( dua) Minggu tak diangkut, kita disini mulai resah dengan sampah ini, selain menumpuk, juga mengeluarkan aroma busuk, dan dikawatirkan akan menimbulkan penyakit” ucap Kirman Sidabutar dengan nada geram.

Lebih lanjut Kirman Sidabutar juga menjelaskan bahwa dirinya  sering ditanya oleh para wisatawan yang akan berangkat menyeberang  sembari menunggu pemberangkatan kapal kayu menuju Ajibata,  “apakah pemerintah daerah tidak punya perhatian di sampah ini, apalagi kabupaten Samosir adalah salah satu tujuan wisatawan dari luar daerah dan khususnya Desa Tomok ini,” ujar Kirman menirukan pertanyaan tamu yang menggerutu lewat.

“Kita kadang malu pak, mau jawab apa, kadang wisatawan bertanya pada kita, Lokasi sampah yang bertumpuk ini,” lanjut Kirman.

Rekan media yang mencoba konfirmasi ke Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Samosir melalui pesan elektronik ( Whatsapp) namun hingga release berita ini dikirimkan belum ada tanggapan sama sekali kata Tampu.

Namun Tampu tidak kehabisan jalan informasi, dia mencoba menghubungi Kabid Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Gubel Simanjorang.

“Betul pak, Sampah menumpuk dimana mana, karena kami kesulitan membuang  ke tempat pembuangan sampah di tele. Pimpinan sudah mengintruksikan Dinas PUPR untuk menata jalan masuk, tapi masih sulit dilalui truk sampah.
Dan anggotaku pun sering pulang tengah malam karena terjebak lumpur, juga truk sering tinggal di tele karena tidak bisa keluar. Hal ini sudah terjadi sejak akhir Desember 2020” tulis Gubel manjorang yang dikirimkan ke rekan media melalui pesan whatsapp.

Gubel Manjorang selaku Kabid meminta penataan jalan masuk kelokasi pembuangan Sampah lebih cepat progresnya

“Kita prihatin dengan  kondisi Sampah yang ada di mana mana, karena dapat menggangu kesehatan dan juga estetika lingkungan,” pungkas Gubel.

Gubel juga berjanji jika  jalan masuk sudah bagus dia beserta anggotanya akan siap bergotong royong 7 ( tujuh) hari.

“Hal ini kami lakukan demi kebersihan Samosir yang kita cintai,” Tulis Kabid kebersihan Kabupaten Samosir lebih lanjut yang di kirimkan melalui pesan whatsapp.

 

Danau Toba News
Melayani dengan tulus
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!