Samosir, Ungkapan syukur atas tetap tegaknya rumah peninggalan Opung Tongam Sitanggang Sipukka Huta Lumban Silo Pangururan yang menempati tempat barunya di areal Huta Lumban Silo yang baru yang dipindahkan karena tempat lamanya sudah menjadi kanal Tano Ponggol, dilaksanakan pada Selasa 31 Maret 2026 mulai Pukul 5 sore
Ibadah dipimpin oleh Pendeta Titus Nadeak dari Gereja Bethel Indonesia. Turut hadir Koor Mother Song, perwakilan Keluarga Opung Apamunjung Sihotang Sorganimusu dari Desa Sampur Toba Kec Harian, perwakilan keluarga Opung Galege Naibaho Siagian, perwakilan keluarga Nainggolan
Selesai acara ibadah dilanjutkan dengan makan malam bersama. Pada kesempatan itu perwakilan keluarga Tulang Naibaho Siagian dan Tulang Nainggolan memberikan dekke mas arsik sebagai lambang harapan agar keturunan Opung Tongam Sitanggang tetap sehat sehat, rejekinya berlimpah dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa
Rumah peninggalan ini sudah berusia sekitar 140 tahun, dibangun oleh opung kami, Opung Tongam Sitanggang dan Opung boru Sihotang Sorganimusu. Sebagian besar kayu kayu untuk tiang tiang rumah ini berasal dari Kenegerian Sihotang. Untuk mendukung pembangunan kanal Tano Ponggol, kami sudah menghibahkan sekitar 1987 meter dari areal Huta Lumban Silo, sehingga sekarang tersisa sekitar 1126
adat batak
meter. Tadinya rumah peninggalan opung kami ini posisnya berada di tengah kanal Tano Ponggol tersebut, posisinya di tengah Huta Lumban Silo yang menandakan bahwa opung kamilah Sipukka Huta Lumban Silo, jelas Sudung Sitanggang, salah satu keturunan Opung Tongam Sitanggang
Kami tinggal di perantauan, dirumah ini tinggal adik saya dan ponakan saya. Rumah ini juga digunakan sebagai homestay. Sering ada pengunjung yang berwisata ke Pangururan di masa liburan, menginap di rumah ini. Kami akan terus merawat rumah ini dan menjaganya sebagai bukti dan jati diri kami merupakan keturunan Sipukka Huta Lumban Silo
Informasi dari staf Balai Besar Wilayah Subgai Sunatera II Medan yang memimpin proyek pembangunan Tano Ponggol ini, kami juga mendapatkan tanah pengganti di belakang rumah batak ini. Namun sampai saat ini kami belum memeriksanya karena kami masih fokus untuk menyiapkan data data baik tertulis maupun saksi saksi yang akan kami hadirkan pada sidang gugatan kami di Pengadilan Negeri Balige atas adanya oknum yang mengaku ngaku juga sebagai keturunan Sipukka Huta (red)































