27.1 C
Jakarta
Jumat, Desember 3, 2021

Pelaku wisata Danau Toba, minta pemerintah beri penjelasan mudik dan berwisata

warta.in – Danau Toba.
Demi pencegahan penyebaran Covid-19 , maka pemerintah mengambil langkah melarang mudik Idul Fitri 2021 dan melakukan penyekatan perbatasan di tiap wilayah mulai 06-17 Mei 2021, Namun pelarangan mudik bagi warga Indonesia ini menimbulkan bias dan dampak serius bagi pelaku wisata di Indonesia dan Danau Toba khususnya.

Pasalnya para pelaku wisata di Danau Toba merasa di rugikan dengan keputusan penyekatan wilayah itu karena otomatis para tamu akan malas dan takut datang berwisata ke Danau Toba, sehingga seolah-olah sertifikat CHSE protokol kesehatan bidang Pariwisata yang digadang gadang oleh pemerintah tidak berlaku lagi di daerah wisata di Indonesia atau Danau Toba saat ini.

Pelaku wisata sekaligus pengurus PHRI Kab. Simalungun H. Rahimal K.Noor  S.Fil, menyayangkan keputusan pemerintah yang masih ambigu dan tidak menjelaskan bagaimana penerapan dan sistem peraturan itu dilapangan yang berhubungan dengan wisatawan domestik, Kamis (06/05/2021).

“kita pelaku wisata mengharapkan penjelasan dan sistem yang tepat dari pemerintah, terlebih kita ini daerah wisata Danau Toba, baik hotel, restoran dan tempat wisata lainnya telah memiliki sertifikat CHSE yang artinya pemerintah telah mengakui bahwa kita menjalankan usaha pariwisata dengan menerapkan prokes yang benar,” ujar Rahimal.

Dia juga meminta agar pemerintah memberikan informasi yang jelas kepada mereka yang hendak berwisata sebagai wisatawan lokal (Domestik) dan berlibur ke Danau Toba, biar jangan rancu dan mendapatkan info jelas bila mereka membawa berkas swab dan data bookingan di tempat wisata.

“Hendaknya pemerintah bisa membedakan pengertian mudik dan berwisata sehingga dalam penerapan dilapangan semua petugas lapangan di tiap posko tidak melarang wisatawan lewat yang notabene telah mengantongi hasil rapid antigen dan data booking ke tempat tujuan wisata,” lanjutnya.

Wisatawan bukan Pemudik

Hal ini turut dibenarkan mantan Kadis Pariwisata Samosir sekaligus pengusaha Batu Hoda Beach Ombang Siboro bahwa secara logika, Konteks pembatasan kali ini adalah pelarangan Mudik IDULFITRI bukan pelarangan untuk berwisata.

“Artinya pelarangan mudik dalam tradisi perayaan Idulfitri kali ini dikhawatirkan terjadi lonjakan penyebaran covid 19 Sementara di sisi lain, penduduk kawasan danau toba, mayoritas tidak merayakan tradisi mudik idul fitri, tapi hanya sebagai tuan rumah bagi mereka yang mau berwisata ke Danau Toba” Ujar Ombang Siboro atau lebih dikenal Omboro.

Jadi menurutnya, wisatawan yang ke Danau Toba bukanlah pemudik tapi wisatawan dan tentunya oleh mereka telah menyiapkan segala berkas rekomendasi protokol kesehatan selama perjalanan.

Destinasi Wisata Super Prioritas yang bukan prioritas

Menurut Omboro, Hebatnya Medan, Binjai, Deliserdang, Karo, yang umumnya adalah kota zona sangat merah, namun oleh pemerintah pusat diberi kebebasan berkunjung sesama 4 kota tersebut atas nama Aglomerasi( kawasan perkotaan).

Ini suatu ketidakadilan padahal Kawasan Danau Toba (KDT) yang umumnya bukan zona merah dan memiliki daerah wisata yang telah di sertifikasi mengikuti protokol kesehatan namun tidak ada kejelasan agar wisatawan yang hendak berkunjung merasa nyaman dan terlayani dalam hal informasi.

Lalu makna DANAU TOBA SUPER PRIORITAS dimana, Manfaat sertifikat CHSE itu apa, para pemangku kepentingan dan stakeholder pariwisata pada kemana suaranya.
(Feri)

Danau Toba News
Melayani dengan tulus
Latest news

Infrastruktur Jalan Kian Mantap, NTB Gilang Gemilang

  Infrastruktur Jalan Kian Mantap, NTB Gilang Gemilang Mataram-Tanpa infrastruktur tidak ada yang namanya investasi, tanpa investasi tidak ada pembangunan. Tanpa pembangunan tidak ada penyerapan tenaga...
- Advertisement -

BKPB Pemuda Pancasila Sumsel Apresiasi Gerakan 10000 Biopori Dinas PSDA Sumsel

Warta Indonesia | Palembang - Pengurus Wilayah Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi langkah-langkah konkrit penanggulangan maupun pencegahan...

PMI Jakarta Selatan Berkolaborasi bersama Kalibata City Menggelar Donor Darah”Bulan Dana Happy”

Warta.in, Jakarta | - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta mulai berkurang. Sebab para pendonor dihinggapi rasa khawatir terpapar Covid-19....

Diduga Aparat Terima Setoran, Discotique Nagaya Bebas Beroperasi 24 Jam

Warta.in Medan- Disaat Kota Medan sedang menetapkan PPKM Level 2, disaat itu pula sejumlah tempat hiburan dibatasi jam operasionalnya. Tetapi tidak dengan Tempat Hiburan...
Related news

Infrastruktur Jalan Kian Mantap, NTB Gilang Gemilang

  Infrastruktur Jalan Kian Mantap, NTB Gilang Gemilang Mataram-Tanpa infrastruktur tidak ada yang namanya investasi, tanpa investasi tidak ada pembangunan. Tanpa pembangunan tidak ada penyerapan tenaga...

BKPB Pemuda Pancasila Sumsel Apresiasi Gerakan 10000 Biopori Dinas PSDA Sumsel

Warta Indonesia | Palembang - Pengurus Wilayah Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi langkah-langkah konkrit penanggulangan maupun pencegahan...

PMI Jakarta Selatan Berkolaborasi bersama Kalibata City Menggelar Donor Darah”Bulan Dana Happy”

Warta.in, Jakarta | - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta mulai berkurang. Sebab para pendonor dihinggapi rasa khawatir terpapar Covid-19....

Diduga Aparat Terima Setoran, Discotique Nagaya Bebas Beroperasi 24 Jam

Warta.in Medan- Disaat Kota Medan sedang menetapkan PPKM Level 2, disaat itu pula sejumlah tempat hiburan dibatasi jam operasionalnya. Tetapi tidak dengan Tempat Hiburan...
- Advertisement -
error: Content is protected !!