Warta.in, Purwakarta – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Jawa Barat, kembali memantapkan komitmennya untuk memberikan kesempatan bekerja yang disertai dengan ketersediaan tenaga kerja yang berkemampuan dan berkualitas agar selaras dengan kualifikasi kebutuhan.
Kali ini ditandai dengan dilaksanakannya pelatihan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor perhotelan, Selasa, 07 April 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Raya Sadang Subang No. 53, Kampung Sukamulya, RT 001 RW 005, Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Purwakarta disambut antusias semua peserta pelatihan.
Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama antara LP Ma’arif Jawa Barat dengan PT. Nembongan Karya Agung dengan tujuan memberikan keterampilan serta membuka peluang kerja bagi para kader dan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, khususnya di bidang perhotelan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Ma’arif Jawa Barat, Opik Sopiyudin, yang menyampaikan dukungannya terhadap program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja.
Sementara, dalam kesempatan tersebut, Ketua LP Ma’arif Jawa Barat, Ifa Fauziah Rohmah, menegaskan bahwa program pelatihan ini diharapkan mampu mencetak kader yang mandiri serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
“LP Ma’arif akan tetap berpegang teguh pada komitmen yakni mencetak kader yang mandiri guna memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat dan bangsa. Salah satunya melalui kegiatan yang kita laksanakan sekarang,” tegas Ifa.
Sementara itu, Direktur PT Nembongan Karya Agung, Muchamad Agung Muharram, menyatakan bahwa sektor perhotelan masih menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang kerja cukup besar bagi pekerja migran Indonesia, terutama di negara-negara tujuan yang membutuhkan tenaga kerja trampil.
“Peluang bekerja di sektor perhotelan masih cukup Besar bagi PMI, namun semuanya haruslah disertai dengan ketersediaan tenaga kerja yang trampil & berkualitas. Hal ini agar kita mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain,” kata Agung Muharram.
“Program pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan tenaga kerja sebelum diberangkatkan ke luar negeri, baik dari sisi keterampilan teknis maupun pemahaman budaya kerja,” imbuhnya mengakhiri.































