Warta.in//Jateng Rembang// Komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi kembali ditegaskan saat peletakan batu pertama pembangunan tahap dua PSDKU Universitas Diponegoro Kampus Rembang, Minggu (15/2). Pengembangan kampus yang terletak di utara GOR Mbesi turut Desa Turusgede Kecamatan Rembang ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.
Bupati Rembang, Harno, menyampaikan apresiasi dan komitmen dukungan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam acara peletakan batu pertama pembangunan tahap dua gedung perkuliahan PSDKU Undip Kampus Rembang. Ia mengaku bersyukur atas kelanjutan pembangunan tersebut dan berharap pengembangan kampus dapat terus berlanjut pada tahap-tahap berikutnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Undip. Tahap satu sudah berjalan, kini tahap dua dimulai, dan kami berharap ke depan ada tahap-tahap berikutnya,” ujarnya.
Harno menegaskan, Pemkab Rembang siap memberikan dukungan maksimal demi kemajuan kampus tersebut. Ia berharap keberadaan Undip di Rembang dapat tumbuh besar dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sebagaimana yang terjadi di kawasan Tembalang, Semarang. Menurutnya, geliat mahasiswa akan mendorong berkembangnya kos-kosan, rumah makan, serta berbagai usaha masyarakat lainnya.
“Kalau Undip di sini besar, ekonomi akan ikut tumbuh. Ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati Harno mencontohkan kesiapan Pemkab dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat, mulai dari penyediaan lahan untuk Sekolah Rakyat hingga rencana hilirisasi padi dan jagung melalui Bulog. Ia menegaskan, selama program tersebut bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah daerah siap berupaya maksimal meski dengan keterbatasan APBD.
Sementara itu, Rektor Undip, Suharnomo, menegaskan komitmen kampus untuk membangun PSDKU Rembang secara serius dan bermartabat. Ia memperkenalkan sejumlah putra asli Rembang yang kini menduduki posisi strategis di Undip, seperti Prof. Jamari (Dekan Fakultas Teknik), Prof. Sugik Sugiharto (Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian), serta Prof. Budiono (Dekan Sekolah Vokasi).
“Setidaknya ada tiga dekan dari Rembang di Undip. Ini potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Suharnomo juga menyinggung tantangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Rembang yang dinilai masih relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Menurutnya, keberadaan kampus Undip di Rembang seharusnya menjadi pengungkit peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Ia mendorong kolaborasi konkret antara Pemkab, DPRD, dinas terkait, serta alumni Undip di Rembang. Program seperti “Satu Desa Satu Sarjana” dinilai dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat lokal.
“Cita-cita awalnya kampus ini untuk warga Rembang. Kalau tidak didukung bersama, tujuan itu sulit tercapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suharnomo menegaskan bahwa PSDKU Rembang bukanlah kampus kelas dua. Standar akademik, kualitas dosen, hingga sistem evaluasi tetap mengacu pada standar pusat di Tembalang. Bahkan, Undip membuka peluang pengembangan tahap berikutnya, termasuk kemungkinan pembukaan fakultas baru, sepanjang didukung perencanaan dan pembiayaan yang jelas.
“Kalau kita ingin besar, harus kolaboratif. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
Ia berharap pembangunan gedung baru ini menjadi titik balik kebangkitan pendidikan tinggi di Rembang. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, kampus Undip Rembang diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mendongkrak IPM daerah.
“Kami dari Undip siap mendukung sepenuhnya. Tinggal bagaimana komitmen bersama diwujudkan dalam langkah nyata,” pungkasnya.
( wik )































