28.7 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

Pemkab Simalungun tertibkan kios di jalur lingkar jl pora pora Tigaraja

Warta.in – Simalungun.
Dalam rangka mendukung penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba di Parapat. Pemerintah Simalungun melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) didampingi TNI-Polri , Dinas Perhubungan dan Uspika setempat membongkar puluhan kios yang berdiri di seputar jalur lingkar Jalan Pora-Pora,  Kelurahan Tigaraja,  Kecamatan Girsang Sipangan Bolon(Girsip), Kabupaten Simalungun, Jumat(19/2-2021).

Sebelum dilakukan pembongkaran, pihak Kecamatan Girsip telah melayangkan surat pemberitahuan kepada kurang lebih 180 pemilik kios dan lapak yang ada di jalur lingkar jalan Pora Pora, Kel Tigaraja. Hal itu disampaikan Kasi Trantib Kecamatan Girsip Nelson Sinaga SH dilokasi.

“Pihak Kecamatan telah menyurati pemilik kios diseputar Jalan Pora-Pora tentang rencana pembongkaran agar segera mengosongkan kios atau lapaknya, dan di relokasi ke lapak yang telah di sediakan di Open stage Pagoda, tujuannya untuk menata kembali trotoar lebih bagus lagi, ” ungkapnya.

Kabid Penertiban Satpol PP Kab. Simalungun Donny Sinaga SH menjelaskan,  penertiban kios di seputar jalan pora-pora melibatkan satpol PP dan bantuan pendampingan dari TNI – Polri, Dinas perhubungan dan pihak Kecamatan setempat.

 

“Personil dari Satpol PP sebanyak 85 orang dan Polri 100 orang,  dan dipastikan pqembongkaran sejumlah kios rampung hari ini,  kios yang dibongkar diatas trotoar atau asset Pemkab Simalungun, ” tegas Donni,

Salah seorang pemilik kios yang dibongkar M. Simanjuntak, sangat menyayangkan pembongkaran mendadak itu karena relokasi lapak dari pemerintah tidak jelas kesiapannya.

Simanjuntak menyampaikan hal ini terjadi karena tertutupnya informasi dari Pemkab Simalungun khususnya mantan Camat Girsang Sipanganbolon Eva Tambunan kala itu, saat mereka membangun ulang kiosnya setelah perbaikan trotoar.

“Dulu waktu kami disuruh bongkar, kami bongkar semua kios yang terkena jalur trotoar, setelah itu kami bangun dan mundurkan kebelakang, setelah itu kepada mantan camat Eva kami permisi dan mengatakan pada kami ‘silahkan bangun asal jangan di atas trotoar dan bangun yang rapi’, seolah ibu itu menjerumuskan kami sedangkan sekarang semua bangunan dihancurkan,” ungkap M. Simanjuntak sedih.

Ketua UMKM Girsang Sipanganbolon Harki Sinaga ST, menyampaikan pada awak media bahwa amannya penertiban kios hari ini adalah bukti kepatuhan para pelaku usaha di kawasan pantai kepada pemerintah pusat dalam mensukseskan pembangunan proyek KSPN (Kawasan Strategis Pembangunan Nasional).

“Biasanya Penolakan sering terjadi karena sebuah konsekuensi logis dari hilangnya mata pencaharian para pelaku usaha, namun kali ini semua berjalan aman dan tertib, teman teman adalah pelaku usaha UMKM yg seharusnya dijaga oleh pemerintah terutama di masa pandemi seperti sekarang.” Ungkap Harki Sinaga.

Para pelaku usaha saat ini hanya bisa berharap dan percaya semoga pemerintah dalam hal ini kecamatan Girsang Sipanganbolon mampu memperhatikan kehidupan mereka setelah ini, Pemkab Simalungun harus membuka pintu komunikasi selebar lebarnya untuk masyarakatnya, karena sesuai dengan amanah Perpres no. 62 tahun 2018 maka para pelaku usaha harus mendapatkan dampak sosial akibat dari pembangunan nasional yang akan berjalan.

Pada kesempatan itu Harki Berharap agar pariwisata Parapat kembali berkembang sesuai dengan keinginan pusat, “semoga pembangunan itu memang untuk kesejahteraan rakyat, bukan sekedar proyek bancakan para pejabat.” ujar Harki mengakhiri.

Ferindra
Ferindra
Melayani dengan tulus

Latest news

Related news