URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
29.6 C
Jakarta
Jumat, Agustus 19, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Palembang Mengabulkan Membuka Slot 3500 Honorer, Upaya Pengangkatan Guru Honorer 2022/2023

Warta Indonesia | Palembang – Ketua Provinsi PGRI Sumsel H. Ahmad Zulinto, S.Pd.,M.M pada Acara Pengarahan Penuntasan Guru Honorer dan Tendik Se-Kota Palembang yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang Bapak Drs. Ratu Dewa, M.Si yang di laksanakan di The Sultan Palembang. Rabu (13/07/22).

H. Ahmad Zulinto, S.Pd.,M.M menyampaikan rasa syukur atas perjuangan Pengurus PGRI Sumsel karena telah menyampaikan aspirasi untuk formasi Guru Honorer dan ucapan terimakasih Kepada Pemerintah Kota Palembang yang telah mengabulkan membuka slot sebanyak 3500 Honorer sebagai upaya pengangkatan Guru Honorer Tahun 2022/2023.

“Artinya dengan formasi ini menjadi salah satu jalan menuntaskan kekurangan guru yang sudah signifikan di Kota Palembang,”ujarnya.

“Rasa syukur kepada Allah SWT dan terimakasih kepada Bapak Walikota Palembang dan Sekretaris Daerah Kota Palembang yang sampai detik terakhir pembukaan slot 3500 mereka berdua tidak pernah merasa ragu,”tambahnya.

Perlu digaris bawahi bahwa bukan untuk Kota Palembang, PGRI Sumsel berharap Ketua PGRI di Kab/Kota jg terus berupaya menyakinkan Kepala Daerah bahwa penerimaan ini memang betul-betul Gaji pokoknya sudah di anggarkan dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Umum, daerah hanya memberikan tunjangannya saja, sesuai dengan kemampuan daerah masing-masing. Artinya tunjangan yang diberikan harus sesuai kemampuan daerah tersebut, jika memang Pemerintah daerah hanya mampu untuk memberikan sedikit atau banyak itu sesuai kemampuan daerah tersebut.
Harapan Ketua PGRI Sumsel berapapun tunjangan yang diberikan kita terima dan selalu kita support Pemerintah Daerah yang terpenting status guru honorer berubah menjadi ASN.

“Diakhir wawancara Ketua PGRI Sumsel mengatakan bahwa harapan terbesar kepada Pemerintah Pusat untuk guru honorer jangan lagi ada tes, karena menurut beliau guru honorer telah layak diangkat, tidak perlu di tes prestasi lagi melalui tertulis. Karena prestasi bukan hanya hasil dari nilai tes saja tapi hasil dia mendidik anak-anak bangsa sehingga bisa melahirkan orang-orang sukses. Itula prestasi terbesar yg harus kita hargai,”pangkasnya.

Warta Baru
Warta Terkait