28.8 C
Jakarta
Sabtu, September 25, 2021

Pemprop NTB Berkomitmen Tingkatkan Program Unggulan “Ramah Difabe

Mataram–Provinsi NTB salah satu provinsi pertama di Indonesia yang menerbitkan Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disibilitas.

Bahkan program unggulan ini menjadi bentuk perhatian dan keseriusan serta komitmen yang ditunjukan Gubernur Dr. H. Zulkieflumanyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

“Guna mendukung keberlangsungan kegiatan difabel Pemrov NTB terus memperbanyak layanan publik ramah difabel. Agar mampu mandiri dan berkarya. Dukungan transportasi, infrastruktur jalan, pendidikan terus dilakukan termasuk persamaan hak bekerja dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Namun tetap diperhatikan porsinya, disesuaikan dengan kondisinya,” kata Wagub NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah M. Pd., saat menerima Dr. Dra. Dumilah Ayuningsih, MARS, Dosen peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Selasa (31/8/2021) di ruang tamu Wagub NTB.

Dikatakan Wagub, masyarakat harus memandang perbedaan sebagai keberagaman yang harus dihormati, bukan direndahkan dan dilihat sebelah mata.

Untuk itu,harapnya, jangan memandang disabiltas dari sisi keterbatasan. Karena adanya perbedaan fisik, Difabel memiliki kelebihan ditengah keterbatasannya. Ada potensi diri yang lebih dari orang normal. Ada difabel juara dunia renang, memiliki suara indah dan kelebihan lainnya

Wagub NTB didampingi Asisten I Setda Provinsi NTB Dra. Hj. Bq. Eva Nurcahyaningsih, M.SI menerima Dosen Peneliti tersebut terkait penyampaian hasil penelitian dan pengambilan data Program Riset UI dengan skema “Publikasi Terindeks International (PUTI)”.
Wagub NTB lulusan Doktor Teknik Kimia ini juga mengingatkan, masyarakat agar membangun komunikasi dan memberikan motifasi kepada Difabel. Begitupun pada perangkat Pemprov NTB seperti Dinsos, Disnakertrans termasuk Dikbud sebagai leading sektor, harus banyak berdayakan difabel untuk memberikan dan meningkatkan kapasitas dan skill serta bakatnya.

Sementara itu, Dr.Dra Dumilah Ayuningsih, MARS dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengapresiasi komitmen Pemrov NTB melahirkan Perda tentang Difabel. “Di Indonesia, NTB merupkan Provinsi yang maju melahirkan Perda ini,” katanya.
Menurut hasil risetnya, Perda Nomor 4 tahun 2019 sudah sangat baik. Namun di beberapa sisi implementasinya harus terus disempurnakan. Diakuinya, Disabilitas harus dipandang sebagai keragaman dan potensi untuk produktif. Bukan sekedar dimaknai luas, kecacatan, kekurangan dan bukan pula sebuah keistimewaan. “Ini pengakuan dari saudara-saudara kita,” sebutnya.

Selama ini dinas-dinas terkait masih berputar soal bantuan. “Padahal peningkatan kapasitas dan skill yang harus diperkuat dan terus dibangun. Sehingga mereka siap pakai di dunia kerja dan dapat
Berdaya guna.

Ia memuji Bus Disabilitas NTB Gemilang . Ini merupakan bentuk pelayanan publik. “Betapa bahagianya mereka naik bus dari Mataram ke Mandalika. Bahkan ada diantara mereka baru pertama kali naik bis dan jalan-jalan. Ada banyak cerita dan keinginan kaum Difabel yang ia dapatkan selama melakukan riset ini,” ceritanya. (dsk/inf)

Penulis : S ah r i r

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img