30 C
Jakarta
Rabu, Oktober 27, 2021

Pemuda Indonesia harus bisa mempertahankan 4 Konsensus Nasional pasca Reformasi

Warta.In – Danau Toba.
Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Kelompok Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung didalam GPMNUS (Gabungan Pemuda dan Mahasiswa Nusantara) melaksanakan Webinar Nasional pada Kamis 20 Mei 2021 Pkl 15.00 – 17.00 wib dengan tema “Urgensi 4 Konsensus Nasional Dalam 113 Tahun Kebangkitan Nasional dan 23 Tahun Reformasi Untuk Memperteguh Ke-Indonesiaan”.

Webinar Ini diikuti sekitar 100 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dan turut hadir tokoh-tokoh Nasional seperti diantaranya Akbar Tandjung (Politisi Senior), Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia), Angelo Wake Kako (Anggota DPD RI), Connie Rahakundini Bakrie (Akademisi-Pengamat Militer), dan Sahat M.P. Sinurat ( Pendiri Rumah Milenial Indonesia ).

Mengawali sambutannya Ketua Umum GPMNUS Yerikho Alfredo Manurung yg juga Putra kelahiran pesisir Danau Toba – Parapat, berharap dengan adanya Webinar Nasional ini mampu meningkatkan silaturahmi dan membangkitkan semangat para pemuda Indonesia.

“kita sangat berharap bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional ini semakin membangkitkan semangat nasionalisme pemuda Indonesia, dan mampu memahami situasi kebangsaan kita yg majemuk dalam bhineka tunggal ika serta kita para pemuda tidak mudah terprovokasi,” kata Yerikho Manurung.

Dalam webinar, Akbar Tandjung turut menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara yang majemuk dan berharap Pemuda Indonesia dapat meneruskan apa yang telah diperjuangkan oleh para Senior mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa.

“Saya juga berharap para pemuda dan adik-adik mahasiswa dapat melanjutkan apa yang telah diperjuangkan para senior sebelumnya dalam mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi, NKRI sebagai bentuk negara dan UUD 1945 sebagai Konstitusi dan Bhineka Tunggal Ika menunjukkan bahwa kita adalah negara yang majemuk.” Ujar Akbar Tanjung.

Selanjutnya pemaparan Connie R.Bakrie yang juga pengamat Militer mengatakan bahwa para pemuda harus lebih pintar dan selektif dalam menggunakan teknologi yang berkembang pesat saat ini.

“sebagai anak muda harus lebih pintar menyaring informasi. Karena banyak informasi yang menyesatkan dan memancing kegaduhan anak bangsa” tegas Connie.

Pemuda juga bisa menjadi agen perubahan hal ini disampaikan Mantan Ketua PP PMKRI yang juga anggota DPD-RI saat ini, Angelo Wakekako.

“Pemuda harus menjadi barisan yang tangguh saat ada dinamika terlebih saat transformasi revolusi yang semakin berkembang sehingga para pemuda harus mampu jadi agen perubahan” tegas Angelo Wakekako.

Diakhir Webinar, Chrysmon Gultom menyampaikan bahwa pancasila sebagai representatif nilai-nilai bangsa Indonesia yang harus dipedomani setiap warga Indonesia khususnya para Pemuda Indonesia. (Feri)

 

Danau Toba News
Melayani dengan tulus
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!