Wartain Banten | Pemerintahan | 08 April 2026 — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mendorong kaum perempuan di Banten untuk lebih produktif dan mandiri melalui wirausaha, terutama di era digital yang serba mudah dan fleksibel.

Hal tersebut disampaikan Dimyati usai menghadiri pengukuhan Federasi Bisnis Profesional Wanita Indonesia Klub Banten periode 2025–2028 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini membuka peluang luas bagi perempuan untuk memulai usaha, bahkan dari rumah. Ia menilai, perempuan memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha kecil hingga menengah.
“Mereka bisa lebih mandiri dan tidak melulu mengandalkan dari pendapatan suami,” katanya.

Wagub pun mendorong para perempuan, khususnya ibu rumah tangga, untuk memulai usaha dari lingkup terkecil seperti kerajinan, menjahit, hingga kuliner. Aktivitas perempuan yang cukup aktif di media sosial dinilai menjadi modal awal dalam memasarkan produk secara digital.
“Apalagi perempuan itu biasanya lebih aktif di medsos. Ini bisa menjadi modal awal mereka untuk bisa memulai usaha dari rumah,” ujarnya.
Dimyati juga menilai perempuan memiliki keunggulan dalam berwirausaha, seperti dedikasi dan profesionalitas yang tinggi. Ia meyakini usaha yang dikelola perempuan cenderung lebih amanah.
“Berbeda dari laki-laki, makanya kalau usaha diserahkan kepada perempuan, Insya Allah mereka amanah dan profesional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, bantuan peralatan usaha, hingga kemudahan akses permodalan di sektor perbankan.

Dalam kesempatan tersebut, Giwo Rubianto Wiyogo turut menyampaikan keyakinannya bahwa BPWI Klub Banten akan berkembang pesat di bawah kepemimpinan Irna Narulita. Ia menilai Irna memiliki pengalaman organisasi yang mumpuni dalam mendorong pemberdayaan perempuan.
“Sebelumnya ibu Irna juga sudah menuntun ibu-ibu BPWI Banten mengikuti pelatihan AI bersama ICT Watch, sebuah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada peningkatan literasi digital,” katanya.

Sementara itu, Irna Narulita menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan optimal di seluruh wilayah Banten. Ia berharap kehadiran BPWI dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan.
“Apalagi organisasi BPWI ini sudah berdiri sejak 1930-an. Maka dari itu, saya tertarik untuk mengikutinya,” katanya.
BPWI Banten akan fokus meningkatkan kapasitas perempuan di berbagai sektor usaha agar menjadi penggerak ekonomi tanpa meninggalkan peran keluarga. Potensi perempuan berwirausaha dinilai besar dan perlu dioptimalkan agar memberi manfaat lebih luas.(WartainBanten)






























