URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
24.9 C
Jakarta
Jumat, Oktober 7, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengurus MAS, Rosiady Sayutie Prediksi MotoGp Kan Pengaruhi Budaya Adat Sasak

  • Pengurus MAS, Rosiady Sayutie Prediksi MotoGp Kan Pengaruhi Budaya Adat Sasak

warta.in,
Mataram-Pada pengujung akhir tahun 2021 ini , Majelis Adat Sasak ( MAS ) mengadakan agenda tahunan berupa Sangkep Refleksi dan Resolusi.
Kegiatan yang bertajuk “Refleksi Akhir Tahun & Resolusi Kerja-kerja Kebudayaan Menyambut Kelahiran Perda Pemajuan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat” ini diselenggarakan di ruang rapat Sembalun Hotel Aston Inn Mataram.

Ketua Badan Pelaksana MAS, Lalu Bayu Windia, menegaskan MAS sebagai organisasi yang sangat terbuka dan kolaboratif serta jauh dari ekslusivisme. Selain lini pengurus inti BP MAS dan ke-walipaeran, hadir pula unsur legislatif, birokrat, pemuka agama, perempuan, pemuda, jurnalis, dan relawan MAS.

“Alhamdulillah, hampir semuanya hadir hingga acara berakhir di sore hari. Sedikit sekali yang tidak berkesempatan menghadiri undangan kami tahun ini,” imbuhnya.

Disamping itu Mamiq Bayu juga memaparkan isu-isu sentral kebudayaan, ragam kerja kolaboratif yang telah dan masih dilaksanakan, rencana strategis kerja di masa datang. Di akhir paparan, ia menegaskan bahwa MAS siap secara aktif menindaklanjuti seluruh substansi yang diamanatkan dalam Perda Pemajuan Kebudayaan NTB yang telah disahkan dalam rapat paripurna DPRD NTB pada 10 Desember 2021 lalu .


Setelah paparannya, Ketua BP MAS langsung memandu dialog interaktif yang menghadirkan empat narasumber lintas stakeholder, di antaranya Suryadi Jaya Purnama, Anggota DPR RI Dapil NTB.
Tgh. Hazmi Hamzar , Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil Lombok Timur .H. Aidy Furqon, Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NTB dab H. Lalu Agus Fathurrahman ,Wakil Pemucuk Wali Paer Bidang Kebudayaan.

Pada akhir Sangkep dihasilkan 9 resolusi 2022 untuk eksistensi dan peranan Adat Budaya sasak dalam pembangunan Daerah khususnya dan Nasional Umumnya yaitu :

1. Mendorong terbitnya aturan tekhnis sebagai turunan Perda Pemajuan Kebudayaan serta implementasinya, meliputi usulan perlindungan kemaliq, pakaian adat, musik, dan sebagainya, (penanggungjawab, H. Rosiady A. Sayutie, M. Sc. Ph.D.)

2. Kongres Bahasa Sasak (Dr. H. Aidy Furqan, M. Pd.,)

3. Sangkep Beleq Mei 2022 (Drs. L. Bayu Windia, M.Si.,)
4. Pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Lombok (Suryadi Jaya Purnama, S.T., & Drs. L. Anas Amrullah).

5. Mendorong Berdirinya Badan Pelestarian Nilai Budaya Prov. NTB ( Suryadi Jaya Purnama, S.T.,)

6. Pemanfaatan ciri kebudayaan Sasak Di Gelaran MotoGP (Pemucuk Wali Paer H. Mansur Ma’shum )

7.Kamus Online Bahasa Sasak Open Access (Safitri, S.T., M.Eng)

8. Ensiklopedia Sasak (TGH. Subki Sasaki)

9. Sangkep Khusus Bini Sasask ( Bq. Eva Nurcahyaningsih).

Sementara H. Rosiady A. Sayutie, M. Sc. Ph.D., sebagai salah satu penanggung jawab 9 resolusi tersebut menjelaskan bahwa, Resolusi yang dihasilkan sangkep ini adalah merupakan buah pemikiran bersama sebagai rencana pelaksanaan “MAS” dalam peran pembangunan tahun 2022.

“Sangkep  Majelis Adat Sasak ini untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan ditahun 2021 dan merumuskan perencanaan kegiatan tahun 2022 yang tertuang dalam 9 resolusi yang dirumuskan dari hasil pemkiran bersama peserta sangkep,” tandasnya.

Rosiady menekankan salah satu hal paling penting adalah bagaimana merespon adanya MotoGp dengan mengambil peran penting dalam Icon Baru Lombok ini khususnya dan NTB pada umumnya.
Karena, lanjut mantan Sekda NTB ini, event MotoGp ini akan banyak memberikan pengaruh terhadap adat dan budaya Suku Sasak,”ujarnya menyudahi.

Penulis    :    S A H R I R. S.Sos

 

 

 

 

 

Warta Baru
Warta Terkait