DEPOK – Dalam upaya nyata mendukung pemberdayaan ekonomi lokal, tim dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirai Emas 12, Bojongsari, Kota Depok, pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Ketua KWT Kirai Emas 12, Ibu Wiwin Puspitasari, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa pendampingan dari akademisi sangat dibutuhkan agar para perempuan tani di wilayah Bojongsari dapat beradaptasi dengan strategi pemasaran modern dan manajemen usaha yang lebih profesional.
Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini terdiri dari jajaran dosen ahli dan mahasiswa yang terbagi ke dalam dua kelompok kerja untuk menjalankan dua tema besar yang berbeda. Tim 1 yang dipimpin oleh Dr. Denok Sunarsi, S.Pd., MM., CHt., bersama Dede Supiyan, S.Kom., M.Kom., dan Retno Japanis Permatasari, S.H., M.M., berfokus pada program “Peningkatan Kewirausahaan melalui Pengembangan SDM dan Teknologi Informasi”, sementara Tim 2 yang dipimpin oleh Jasmani, S.E., M.M., bersama Ahmad Lutfi, S.S., M.M., dan Triyadi, S.E., M.M., menjalankan program “Pengembangan E-Commerce untuk Pemasaran Produk Markisa” yang bertujuan memperluas jangkauan pasar produk lokal melalui platform digital. Seluruh rangkaian implementasi di lapangan ini juga didukung penuh oleh kontribusi aktif mahasiswa, yaitu Efendi Feriawan Chandra dan Yogie Tresna, yang berperan penting dalam memastikan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani Kirai Emas 12 berjalan dengan optimal.
“Kami ingin memastikan bahwa potensi buah markisa dan produk olahan KWT Kirai Emas 12 tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas melalui E-Commerce. Kuncinya adalah sinergi antara semangat ibu-ibu tani dengan penguasaan teknologi,” ujar perwakilan tim dosen dalam sambutannya.
Melalui kerja sama bernomor 041033/IA/2025/25417 dan 041033/IA/2025/25421, sinergi antara akademisi dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan KWT Kirai Emas 12 sebagai percontohan kelompok tani perkotaan (urban farming) yang berbasis digital di Jawa Barat.























