Medan, ( Warta.In ) – Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan berujung ricuh dan menuai kecaman dari para pembina serta peserta. Sejumlah persoalan serius dinilai menunjukkan ketidaksiapan panitia dalam mengelola kegiatan berskala besar.(1/2/2026)
Kekisruhan bermula dari pelaksanaan lomba yang dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Selain itu, proses penilaian disebut kurang transparan sehingga memicu protes dari peserta.
Situasi semakin memburuk ketika panitia tidak kunjung membagikan trofi kepada para pemenang. Panitia berdalih bahwa vendor penyedia trofi melarikan diri. Namun hingga larut malam, tidak ada kejelasan solusi yang diberikan kepada peserta.
Pantauan di lokasi menunjukkan, hingga pukul 23.12 WIB, para peserta masih terus menunggu kepastian dari panitia terkait pembagian trofi dan penutupan lomba. Banyak peserta terlihat kelelahan, kelaparan, dan terlantar tanpa pendampingan yang memadai.
“Kami sangat menyesalkan sikap panitia yang tidak siap. Anak-anak menunggu berjam-jam tanpa kejelasan. Akibatnya kami dirugikan secara finansial dan mental peserta juga terdampak,” ujar salah satu pembina Pramuka yang berasal dari luar kota.
Ia menambahkan, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada biaya transportasi. “Kami dikenakan denda kendaraan karena waktu sewa melewati batas. Semua itu akibat kelalaian panitia,” tegasnya.
Kondisi di lapangan juga sempat mengkhawatirkan. Di tengah kerumunan peserta, terlihat seorang peserta harus ditandu keluar arena. Berdasarkan diagnosa sementara, peserta tersebut mengalami sesak napas akibat kelelahan dan himpitan massa.
Tak hanya panitia, pihak MAN 2 Medan juga dinilai melakukan pembiaran. Hingga malam hari, tidak terlihat langkah tegas dari pihak madrasah untuk mengendalikan situasi maupun memberikan kepastian kepada peserta dan pembina.
Atas insiden ini, para pembina Pramuka mendesak panitia untuk bertanggung jawab penuh dan memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami peserta, baik secara materiil maupun psikologis. Mereka menilai kejadian ini mencederai nilai-nilai kepramukaan yang menjunjung kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap peserta didik.
Diketahui, Ketua Panitia Perlombaan Pramuka MAN 2 Medan adalah M. Nasir. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia maupun MAN 2 Medan terkait insiden tersebut.(su)





























