Wartain Banten | Pemerintahan | 14 Maret 2026 — Seorang petani asal Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Sunarta (68), meminta Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, untuk membangun saluran irigasi tersier menuju area persawahannya. Permintaan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di wilayah tersebut.
Sunarta mengungkapkan bahwa selama ini lahan persawahannya belum teraliri langsung oleh jaringan irigasi yang ada. Akibatnya, ia harus menyedot air secara mandiri agar sawahnya tetap mendapatkan pasokan air untuk bercocok tanam.
Menurutnya, lahan miliknya saat ini belum masuk dalam cakupan area yang dialiri oleh irigasi Cibinuangeun. Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dapat membangun saluran irigasi tersier setelah pembangunan irigasi sekunder Cibinuangeun selesai.
“Saluran irigasi yang sekarang sudah bagus. Saya juga meminta pemerintah provinsi membangun saluran tersier agar petani makin sukses,” ujar Sunarta.
Menanggapi permintaan tersebut, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyatakan pihaknya siap menampung dan menindaklanjuti aspirasi para petani.
“Ini perintah petani, juga rakyat. Siap kami tampung aspirasinya. Kami akan selalu hadir. Jangan lihat soal kewenangan, untuk rakyat atau masyarakat pasti kita prioritaskan sesuai dengan skala prioritas,” kata Dimyati.
Dialog tersebut berlangsung saat Dimyati melaksanakan Safari Ramadan di Kabupaten Lebak pada Kamis (12/3/2026). Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk meninjau hasil program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) serta pembangunan saluran irigasi Cibinuangeun.
Dimyati berharap berbagai program pembangunan yang telah dilakukan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan bulan Ramadan ini penuh berkah. Hasil pembangunan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat karena telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pembangunan saluran irigasi sekunder Cibinuangeun dilakukan dengan alokasi anggaran sebesar Rp8,4 miliar. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 2.400 hektare lahan persawahan di wilayah Kecamatan Wanasalam.
“Kalau tidak dibangun, airnya bisa kering. Pembangunan ini bermanfaat bagi masyarakat di sini sekaligus untuk mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Banten,” tuturnya.
Dimyati mengimbau masyarakat menjaga fasilitas irigasi agar tetap awet dan tidak dirusak, sehingga dapat terus mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.(WartainBanten)































