Medan ( Warta.In ) — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 7 Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kaderisasi melalui Pelatihan Kader Taruna Melati I (PKDTM I) yang dilaksanakan pada 26–28 Februari 2026 di Gedung C Kompleks Perguruan Muhammadiyah Medan Perjuangan.
Kegiatan ini diikuti oleh 200 orang yang terdiri dari peserta, panitia, fasilitator, dan dewan guru. PKDTM I merupakan jenjang kaderisasi formal pertama dalam sistem perkaderan IPM yang dirancang untuk menanamkan fondasi ideologi, kepemimpinan, serta karakter pelajar Muhammadiyah yang berintegritas dan berdaya saing.
Kaderisasi sebagai Jantung Gerakan Pelajar
Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 7 Medan, Bapak M. Reza Akbar, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar kegiatan rutin organisasi, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul.
“Kita tidak hanya ingin melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan kepemimpinan. PKDTM I adalah ruang pembentukan mental, spiritual, dan intelektual pelajar agar siap menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa sekolah mendukung penuh kegiatan yang membangun nilai tanggung jawab, disiplin, kolaborasi, dan akhlakul karimah sebagai ciri pelajar Muhammadiyah.
Proses Pembinaan yang Sistematis dan Partisipatif
Sebagai Master of Training, Ipmawan Muhammad Roni Pratama memimpin seluruh rangkaian pelatihan dengan pendekatan dialogis dan aplikatif. Materi yang disampaikan mencakup penguatan ideologi IPM, kepemimpinan pelajar, manajemen organisasi, komunikasi efektif, hingga internalisasi nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis dengan diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, serta refleksi kader yang mendorong peserta aktif berpikir kritis dan solutif. Kegiatan ini tidak hanya menekankan pemahaman konseptual, tetapi juga pembiasaan sikap dan komitmen kolektif.
Regenerasi dan Estafet Perjuangan
Ketua IPM Ranting SMP Muhammadiyah 7 Medan, Altamis Muhammad Abrar, menegaskan bahwa PKDTM I adalah titik awal estafet perjuangan organisasi di tingkat ranting.
“PKDTM bukan sekadar syarat administratif menjadi kader, tetapi momentum membangun kesadaran bahwa IPM adalah ruang belajar dan berjuang. Kami berharap seluruh peserta mampu menjadi motor penggerak kebaikan di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Darel Alvino Soumokil, menyampaikan rasa syukur atas kekompakan seluruh elemen yang terlibat. Ia mengapresiasi dukungan dewan guru dan fasilitator yang turut memastikan pelaksanaan berjalan tertib, disiplin, dan penuh makna.
Membangun Ekosistem Pelajar Berkemajuan
Pelaksanaan PKDTM I ini sekaligus mempertegas peran SMP Muhammadiyah 7 Medan sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembinaan organisasi dan kepemimpinan pelajar. Dengan keterlibatan 200 orang dalam kegiatan ini, semangat kolektif untuk membangun ekosistem pelajar berkemajuan semakin terasa kuat.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan peneguhan komitmen kader untuk mengamalkan nilai-nilai IPM dalam kehidupan sehari-hari—di kelas, di organisasi, maupun di tengah masyarakat.
Melalui PKDTM I tahun 2026 ini, IPM SMP Muhammadiyah 7 Medan optimistis mampu melahirkan kader-kader muda yang visioner, berakhlak, dan siap berkontribusi nyata bagi persyarikatan, umat, dan bangsa.(su16)




























