31.8 C
Jakarta
Jumat, April 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

*Polsek Pancung Soal Beri Teguran Keras ke Nagari Muara Sakai Terkait Hiburan Orgen Tunggal’ Melanggar Norma*

*Polsek Pancung Soal Beri Teguran Keras ke Pemerintahan Nagari Muara Sakai Terkait Hiburan Orgen Tunggal yang Melanggar Norma*

PESISIR SELATAN – Dalam upaya tegas menjaga ketertiban umum serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesusilaan dan norma agama, jajaran kepolisian dari Polsek Pancung Soal mengambil langkah serius dengan memberikan teguran keras kepada Pemerintah Nagari Muara Sakai, Inderapura. Tindakan ini merupakan respon langsung atas viralnya sebuah video yang menampilkan pertunjukan hiburan orgen tunggal yang dinilai sangat melanggar norma kesopanan serta tidak memiliki izin resmi dari pihak yang berwenang.

Pertemuan klarifikasi dan pembinaan tersebut berlangsung di Kantor Wali Nagari Muara Sakai pada hari Selasa, tanggal 31 Maret 2026, siang. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Unit Intelijen Keamanan (Kanit Intelkam) Polsek Pancung Soal, Aipda Fakril Rozzi, S.H., yang didampingi oleh anggotanya. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian menyampaikan berbagai poin penting terkait pengelolaan acara keramaian di wilayah tersebut.

Langkah cepat yang diambil oleh aparat kepolisian ini tidak lepas dari adanya laporan dan unggahan di media sosial. Sebuah akun Instagram bernama “Media Pessel” membagikan rekaman video yang memperlihatkan suasana acara pembagian hadiah lomba selaju sampan yang digelar pada hari Sabtu, 28 Maret 2026. Dalam video tersebut, terlihat jelas pertunjukan artis yang tampil dengan busana yang dinilai terlalu minim serta gerakan tarian yang dianggap tidak etis dan bertentangan dengan adat istiadat setempat. Hal ini kemudian menjadi sorotan tajam masyarakat luas dan memicu kritik karena dinilai merusak citra daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wali Nagari Muara Sakai, Darmantoni, A.Md., dalam keterangannya mencoba memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa insiden penampilan yang mengundang kontroversi tersebut sebenarnya terjadi di luar kendali dan pengawasan penuh dari perangkat nagari. Menurut penuturannya, aksi yang tidak senonoh itu berlangsung setelah acara resmi pembagian piala selesai dilaksanakan, dan pada saat yang bersamaan, petugas keamanan yang ditugaskan sudah meninggalkan lokasi acara.

Namun demikian, alasan tersebut tidak serta-merta menghilangkan tanggung jawab pihak nagari sebagai penyelenggara dan penanggung jawab wilayah. Pihak Polsek Pancung Soal tetap menekankan perlunya kedisiplinan dan pengawasan yang lebih ketat. Kepolisian menegaskan agar Pemerintah Nagari ke depannya lebih selektif dalam mengizinkan atau bahkan tidak lagi memfasilitasi kegiatan hiburan orgen tunggal yang berpotensi melanggar regulasi daerah serta norma-norma yang hidup di tengah masyarakat “Negeri Sejuta Pesona”.

“Setiap keramaian di tempat umum wajib memiliki izin resmi dan harus mematuhi norma kesopanan yang berlaku,” tegas Aipda Fakril Rozzi dengan tegas dalam sela-sela pertemuan pembinaan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung dengan suasana kondusif tersebut akhirnya ditutup dengan adanya komitmen bersama yang kuat dari Pemerintah Nagari Muara Sakai. Pihak nagari berjanji akan menutup ruang dan peluang bagi terselenggaranya hiburan serupa di masa mendatang yang dapat mencederai rasa sopan santun masyarakat. Selain itu, mereka juga menyatakan kesediaannya untuk selalu berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, guna memastikan segala sesuatu berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

(TIM/RED)

#pedulipessel #pessel #pesisirselatan

Berita Terkait