33.4 C
Jakarta
Jumat, Juli 30, 2021

Pondok Kreatif Parapat : “Kami Anak-anak Kreasi Bukan Penista Budaya”

Warta.in – Parapat.
Pendiri komunitas Pondok Kreatif Parapat Ando Sipayung, menyesalkan adanya berita hoax dari salah satu berita media online yang mengatakan bahwa Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo S.Ik, telah menistakan budaya Simalungun melalui penampilan musik dan tarian anak-anak pondok kreatif pada tanggal 24 maret 2021 dilobi Hotel Niagara Parapat saat penyambutan kunjungan Kapolda Sumatera Utara kala itu.

“Penampilan musik dan tarian kami anak-anak pondok kreatif di Hotel Niagara Parapat bukanlah acara penyambutan kunjungan kerja ataupun kunjungan resmi Bapak Kapolda Sumatera Utara,” ujar Ando.

Selanjutnya juga Dia menyampaikan dari Tigaraja, Rabu (26/05/2021) bahwa Komunitas Pondok Kreatif Parapat tidak pernah ada niat untuk menistakan budaya Simalungun.
“kami anak-anak kreatif bukan penista budaya,” tegasnya.

Ando Sipayung menambahkan bahwasanya saat itu tim hanya memperkenalkan diri dari Parapat bahwa telah ada komunitas Pondok Kreatif, dan bermohon kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si., untuk melihat penampilan mereka.

“Kami bertujuan agar Kapolda menilai apakah kami layak untuk dapat mengisi kegiatan dalam acara hiburan pada acara yang akan diadakan Grand Launcing Kantor Polisi Pariwisata di Ajibata Kabupaten Toba! saat itu,” beber Ando.

Kami juga sempat menyampaikan kepada Bapak Kapolda bahwa Pondok Kreatif ini merupakan ruang anak-anak untuk berkarya, dan selama ini kami dibina langsung oleh Bapak Kapolres Simalungun Akbp Agus Waluyo, S.I.K., untuk tetap melakukan kegiatan yang positif, tidak terjerumus narkoba, dan tidak berprilaku yang menyimpang dimasyarakat,” tutup Ando Sipayung.

Hal itu juga Wakil Ketua Partuha Maujana Simalungun Pardi Purba, ikut prihatin dan mengklarifikasi berita hoax di media online tersebut mengatakan bahwa berita tentang adanya dugaan Kapolres Simalungun melakukan penistaan suku simalungun itu adalah tidak benar.

“Saya sudah menemui langsung Kapolres Simalungun, dan mendengar penjelasan dari Kapolres bahwa kegiatan yang dilakukan sebelumnya di lobi Hotel Niagara Parapat itu bukanlah penyambutan resmi pejabat,” ucap pardi.

Jadi kegiatan pertunjukan musik dan tarian yang dilakukan itu adalah merupakan penampilan untuk menseleksi Komunitas Pondok Kreatif Parapat layak atau tidak untuk mengisi acara dalam peresmian Kantor Polisi Pariwisata di Wilayah Kabupaten Toba, Dan bukan untuk acara formal etnis tetapi hanya untuk acara hiburan, tambah Pardi.

“Jadi kami dari Dewan Pimpinan Pusat Partuha Maujana Simalungun menyatakan bahwa dalam hal ini tidak ada satupun pelanggaran atau penistaan etnis simalungun yang dilakukan oleh Kapolres Simalungun Akbp Agus Waluyo, S.I.K,” Imbuhnya.

Sama sekali tidak ada seperti yang diberitakan, karena kegiatan tersebut hanya untuk uji coba dan tidak ada sangkut pautnya masalah penyambutan pejabat Polri dengan adat Simalungun dan yang ditampilkan ini adalah merupakan kreasi, ataupun akulturasi seni musik, bukan budaya etnis tertentu tetapi akulturasi seni musik dan ini merupakan bahagian dari pada Bhineka Tunggal Ika.

Akulturasi seni musik merupakan proses sosial yang muncul jika ada kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya tertentu dihadapkan pada unsur kebudayaan asing. Secara perlahan, budaya asing diterima oleh kelompok masyarakat tersebut, tanpa menghilangkan ciri khas budaya masyarakat itu, dan berguna untuk memperkaya khasanah pengetahuan dalam bermusik.

Untuk itu segala sesuatunya kita sudah maklumi dan  kita sudah cek semua yang ada termasuk yang akan tampil, dan Ketua Partuha Maujana Simalungun juga sudah bertemu langsung oleh adik-adik Komunitas Pondok Kreatif Parapat Ando Sipayung di Tiga Raja, dan mengapresiasi komunitas tersebut karena kegiatan yang dilakukan mereka merupakan hal yang positif untuk anak-anak muda, maka untuk itu kita sudah simpulkan bahwa tidak ada penistaan etnis,”. Tutup wakil ketua Partuha Maujana Simalungun. (Feri)

 

Danau Toba News
Melayani dengan tulus
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!