28 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

PPJNA 98: Reshuffle Kabinet Jilid II Sebuah Kemestian

Jakarta.Warta.In – Presiden Jokowi sudah sangat luar biasa kerja keras dan kerja ikhlas totalitas untuk rakyat bangsa dan negara dalam menghadapai pandemi Covid 19. Namun belum didukung optimal oleh jajaran kabinet serta jajaran birokrasi pemerintahan.

Masih ada beberapa kementrian lembaga sampai jajaran birokrasi yang lambat bekerja belum sejalan dengan visi dan misi Presiden Jokowi. Untuk efektivitas dan soliditas dalam bekerja apalagi ditengah pandemi Covid 19 sebaiknya Presiden Jokowi mereshuffle beberapa jajaran kementrian serta diikuti melakukan reformasi birokrasi secara total, dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 “PPJNA 98” ditandatangani oleh Anto Kusumayuda Ketum PPJNA 98 dan Abdul Salam Nur Ahmad Sekjen PPJNA 98, diterima redaksi Sabtu (06/01/2021).

Lanjut Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan “Diantaranya kementrian yang lambat kurang serius dalam bekerja Kementrian Komunikasi dan Informasi Kominfo, Kementrian Koprasi dan UKM, Kementrian Hukum dan HAM, Kemenaker, Kementrian Pertanian, padahal kementrian tersebut merupakan garda terdepan dalam situasi sekarang ditengah pandemi Covid 19, sebaiknya Presiden Jokowi secepatnya menggantinya, ujar Sekjen PPJNA 98.

Anto Kusumayuda mengatakan “Selain melakukan Resufle Jilid II yang harus diperhatikan sekali amanah reformasi yaitu harus melakukan reformasi birokrasi secara total, kelambatan bekerja, bekerja tidak tepat sasaran dan sabotase program Presiden Jokowi dari pusat sampai daerah itu akibat masih bercokolnya mafia birokrasi, serta birokrasi yang masih dipenuhi oleh kadrun kadrun yang selalu menyebarkan kebencian serta menghambat dan melakukan penggagalan program presiden Jokowi. Diantaranya para kadrun masih banyak bercokol di Kementrian Kominfo, dan BUMN. Birokrasi harus bersih dari anggota dan simpatisan organisasi terlarang dan para kadrun, ungkapnya.

Sekjen PPJNA 98 menegaskan “Untuk menyelamatkan rakyat bangsa dan negara Presiden Jokowi harus tegas copot saja para menteri yang bandel lambat bekerja tidak mengerti dan faham visi dan misi Presiden serta sebuah kemestian Reformasi Birokrasi secara total harus dilakukan untuk kesuksesan dan keberhasil program nasional khususnya dalam menangani dan menghadapi pandemi Covid 19, pungkas Abdul Salam Nur Ahmad. (Prabu Santoaan Nusakerta)***

Latest news

Related news