29.8 C
Jakarta
Jumat, Januari 16, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Produksi Padi Banten Naik 16,84 Persen, Andra Soni Sebut Berkat Kebijakan Presiden Prabowo

Wartain Banten | Pemerintahan | 09 Januari 2026  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatatkan kinerja positif di sektor pertanian sepanjang tahun 2025. Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, produksi padi di Provinsi Banten mengalami peningkatan signifikan sebesar 16,84 persen, seiring dengan bertambahnya luas area panen.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni usai mengikuti acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring, yang berlangsung di Jalan Tasikardi–Banten Lama, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1/2026).

“Luas panen Provinsi Banten tahun 2025 meningkat 16,84 persen, dari 299 ribu hektare menjadi 349.288 hektare. Sejalan dengan itu, produksi padi meningkat 16,84 persen, dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia menjelaskan, kontribusi produksi padi terbesar di Provinsi Banten berasal dari tiga daerah utama, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang.

Andra Soni menegaskan, tren positif sektor pertanian di Banten tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Beberapa kebijakan tersebut antara lain penurunan harga pupuk, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP), serta perbaikan dan pembangunan infrastruktur irigasi.

“Ini semua terjadi berkat program Presiden Prabowo Subianto dalam menurunkan harga pupuk, penetapan harga gabah kering panen, juga perbaikan saluran irigasi oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Komitmen Perlindungan Lahan

Gubernur Banten Andra Soni bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota berkomitmen menjaga dan meningkatkan produktivitas pangan pada 2026 melalui perlindungan lahan pertanian.

“Pemprov Banten berkomitmen melindungi lahan persawahan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan program Lahan Sawah Dilindungi (LSD),” ucap Andra.

Sebagai dukungan konkret, Pemprov Banten menyalurkan bantuan satu ton bibit unggul padi kepada lima kelompok tani serta 200 paket sembako bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Apresiasi Presiden atas Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan swasembada pangan nasional yang tercapai hanya dalam satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun. Ia menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan kemenangan strategis dan kunci kedaulatan bangsa.

“Saat dilantik, saya targetkan empat tahun. Satu tahun kita swasembada pangan. Saya yakin dan bangga bahwa hari ini berhasil sebagai putra-putri terbaik bangsa, membuktikan mampu mencapai swasembada pangan,” tegas Presiden. Presiden menekankan bahwa swasembada pangan adalah kemenangan strategis dan faktor vital dalam menjaga kedaulatan negara. “Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan tergantung kepada bangsa lain,” tambahnya.

Ke depan, Presiden memaparkan agenda lanjutan ketahanan pangan, meliputi target swasembada jagung, pengembangan bioenergi, serta pembukaan desa nelayan dan pembangunan kolam ikan pada 2026 guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau 55 juta anak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34 juta ton dengan cadangan stok 3,2 juta ton. Kesejahteraan petani juga meningkat, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 125.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada beras merupakan hasil kerja terbaik Kabinet Merah Putih di bawah arahan Presiden.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum