Warta.in, Jember – 30/01/2026 Optimalisasi Lahan (Oplah) yang diprakarsai oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang kurang optimal (lahan tidur, marjinal) melalui perbaikan infrastruktur irigasi, tata air, dan tanah kembali berikan manfaat bagi kelompok tani (Poktan).
Wargo Mulyo IV adalah salah satu kelompok tani yang ada di dusun Kalimalang desa Mojomulya kecamatan Puger kabupaten Jember, turut merasakan manfaat setelah dilaksanakannya program Oplah berupa DPT (Dinding Penahan Tanah) atau plengsengan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat / Kementrian.
Awalnya lahan pertanian/sawah seluas 77,64 Ha milik para petani tidak dapat sepenuhnya dialiri oleh aliran air, dikarenakan adanya kebocoran salah satu ruas sisi dinding aliran air, karena memiliki perbedaan ketinggian tanah air masuk ke sisi sebelah sehingga menyebabkan aliran air tidak bisa mengaliri lahan yang ada di hilir.
“Satu sisi disebelah utara itu tinggi dan sisi lain (selatan) itu bocor, kalo bocor kita berusaha membendung tapi setelah itu yang disana bocor juga jadi tidak bisa dibendung mas, jadi air itu tidak bisa sampe kesana (hilir),” Kata Sutikno selaku Ketua Poktan.
Hal ini menyebabkan para petani harus berfikir agar tetap bisa memanfaatkan sawah atau ladangnya sehingga yang seharusnya sudah masuk untuk musim tanam padi para petani memutuskan untuk menanam jagung, karena menurut petani tidak banyak memerlukan air bahkan genangan air.
“Hampir 50 persen lahan itu tidak bisa diairi mas, harusnya MT 1 (Musim Tanam) itu tanamnya padi karena permasalahn ini ga bisa mas, jadi para petani mengalihkan tanamnya kejagung,” Lanjut Sutikno.
Kurangnya anggaran untuk memperbaiki dinding atau kebocoran itu membuat para petani hanya bisa pasrah, Namun permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani margo mulyo VI kini sudah dapat teratasi berkat bantuan yang diberikan oleh Kementrian kepada Pemerintah daerah berupa Progaram Oplah, adanya program atau bantuan ini juga sekaligus mengurangi beban biaya yang dikeluarkan para petani.

“Proyek ini saya manfaatkan satu sisi saja mas biar panjang, Sekarang sudah 95 persen kita tanam padi mas, juga kita bisa menghemat biaya biasanya kan kita pake pompa untuk mengairi sekarang sudah tidak lagi, sudah langsung,” pungkas Sutikno.
Para petani yang berada dibawah naungan kelompok tani Wargo Mulyo IV berkomitment akan terus mendukung program pemerintah baim pusat atau pun daerah khususnya program yang menjadi salah satu prioritas dari presiden RI Prabowo Subianto yaitu Swasembada Pangan atau Lumbung Pangan bagi bangsa Indonesia.
Para petani juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas terlaksananya program ini, serta berharap pemerintah terus memperhatikan serta menanggapi terkait keluhan yang mungkin ada dalam setiap kelompok tani (Poktan).
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo juga tidak lupa Gus Bupati Muhammad Fawait dan semua yang terkait atas bantuan ini, semoga kita terus diperhatikan, karena inikan masih sisi sebelah sisi yang lain juga kita berharap juga diberi bantuan lagi sama pemerintah,” tandas Sutikno menyampaikan dengan senyum lebar dan sumringah.

























