26.1 C
Jakarta
Jumat, Januari 16, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Proyek Turap Banyusari Karawang Diduga Asal Jadi, Pemborong Cahyo Disebut Pekerja Lapangan

Proyek Turap Banyusari Karawang Diduga Asal Jadi, Pemborong Cahyo Disebut Pekerja Lapangan

Karawang | Warta In Jabar — Proyek pembangunan turap saluran air di Jl. Karang Anyar, Dusun Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam. Proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi, minim pengawasan, serta tidak sesuai prosedur teknis konstruksi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang pekerja di lapangan yang enggan disebutkan namanya, proyek turap tersebut diborong oleh seseorang bernama Cahyo. Sumber menyebutkan bahwa sejak awal pekerjaan dilakukan tanpa mengikuti standar teknis yang seharusnya.

“Pemborongnya Cahyo. Kerjaannya asal jadi, mutunya jelek,” ungkap sumber kepada wartawan.

Di lapangan, terlihat batu belah dipasang langsung di dalam lumpur dan genangan air, tanpa adanya upaya pengeringan area kerja atau pembuatan bendungan sementara. Padahal, secara teknis, pemasangan turap seharusnya dilakukan pada dasar yang kering dan stabil agar konstruksi kuat dan tahan lama.

Selain itu, kualitas material juga dipertanyakan. Pasir yang digunakan tampak berkualitas rendah, sementara adukan semen dan pasir diduga tidak sesuai takaran, sehingga dikhawatirkan mengurangi kekuatan struktur turap. Bahkan, muncul dugaan adanya pengurangan volume dalam pemasangan.

Proyek ini juga disorot karena tidak dilengkapi papan nama atau plang informasi proyek. Tidak adanya papan informasi membuat publik tidak mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana kegiatan, maupun masa pekerjaan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa proyek ini merupakan proyek siluman.

Di lokasi pekerjaan, terlihat sekitar sembilan orang pekerja. Saat ditanya mengenai siapa pemborong proyek, sebagian pekerja mengaku tidak tahu, sementara lainnya memilih diam, seolah menutupi pihak yang bertanggung jawab.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat bahwa proyek turap ini berpotensi gagal fungsi dan merugikan keuangan negara, apabila benar menggunakan anggaran pemerintah.

Warga dan pemerhati pembangunan mendesak Dinas terkait, Inspektorat Kabupaten Karawang, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan, mengecek kualitas pekerjaan, keabsahan proyek, serta menelusuri peran pemborong yang disebut bernama Cahyo.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pemborong maupun instansi pelaksana proyek terkait berbagai dugaan tersebut.

Berita Terkait