Warta.in, Jakarta | – PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) mencatat penguatan fundamental hingga November 2025, ditopang lonjakan DPK, pendapatan non-bunga, serta likuiditas dan permodalan solid. Pendapatan bunga bersih tumbuh 1,28 persen menjadi Rp257,84 miliar hingga November 2025,” ujar Finance Director BSWD Rahmat Hendratama dalam Public Expose di Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025.
Kinerja tersebut mencerminkan stabilitas pendapatan inti bank di tengah dinamika ekonomi, sekaligus menjadi fondasi penguatan ekspansi bisnis secara terukur dan berkelanjutan. Secara rinci, total aset meningkat menjadi Rp6,94 triliun atau tumbuh 1,79 persen secara year to date, dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar Rp6,82 triliun.
Penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp4,19 triliun atau naik 1,07 persen year to date, mencerminkan pendekatan selektif pada sektor produktif. Dana Pihak Ketiga terjadi lonjakan signifikan sebesar 9,67 persen menjadi Rp3,40 triliun, menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap stabilitas Bank of India Indonesia.
Manajemen menilai pertumbuhan DPK turut dipengaruhi optimalisasi layanan digital dan peningkatan kualitas layanan transaksi yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Meski pendapatan bunga bersih dan non-bunga meningkat, laba bersih tercatat Rp32,95 miliar, menurun akibat lonjakan biaya pencadangan kerugian penurunan nilai sebesar 39 persen secara tahunan.
Pendapatan non-bunga justru melonjak 81,62 persen menjadi Rp46,15 miliar, terutama ditopang recovery aset dan peningkatan fee kredit yang semakin terdiversifikasi. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio NPL net berada di bawah 5 persen, Net Interest Margin di atas 4 persen, serta efisiensi operasional tercermin dari CIR sekitar 44 persen.
Dari sisi likuiditas, bank berada pada posisi sangat kuat dengan rasio LCR dan NSFR yang konsisten berada jauh di atas ketentuan regulator. Capital Adequacy Ratio mencapai 88,68 persen, memberikan ruang ekspansi luas tanpa rencana penambahan modal jangka pendek, namun tetap terbuka terhadap opsi strategis jangka panjang.
Sementara itu, Carolina Dina Rusdiana, Operational Director BSWD menegaskan komitmen tata kelola melalui penguatan compliance dan AML/CFT, dengan mempertahankan peringkat 5-Star PPATK selama empat tahun berturut-turut.
Ke depan, BSWD memprioritaskan pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan CASA, peluncuran kartu debit, QRIS, layanan cash in-cash out, serta efisiensi berbasis digital.
Dengan permodalan kokoh dan transformasi digital berkelanjutan, BSWD optimistis mampu memperkuat kinerja serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemangku kepentingan,”tutupnya.
#PT. Bank of India Indonesia, Tbk
#Media Partners PT. Bank of India Indonesia, Tbk































