26.7 C
Jakarta
Minggu, September 26, 2021

PUPR NTB Percepat Pembangunan Infrastruktur Unggulan Skala Prioritas

Mataram – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) NTB Ir. Ridwansyah, M.Sc, menyebut tantangan kedepan yang dihadapi PUPR adalah bagaimana program kePUan bisa membackup program-program unggulan infrastruktur daerah seperti kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata, desa wisata dan lain-lain, (17/8).

Menurutnya waktu yang tersisa untuk bekerja di PUPR ini sekitar 2 tahun lagi seiring mengawal kepemimpinan
DR Zul dan Umi Rohmi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur .

Beberapa program nyata yang di depan mata, ujarnya, dalam waktu dekat ini segera diimplementasikan. Karenanya perlu memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat sehingga sejumlah program unggulan seperti pembangunan infrastruktur ruas jalan yang menghubungkan Bandara ZAM ke Mandalika bisa selesai tepat waktu sehingga dengan demikian,paparnya, PUPR bisa membackup kegiatan MotoGP pada bulan Maret 2022 yang akan diawali dengan World superbike pada bulan November ini.

Kaitan dengan MotoGP, menurut Ridwansyah bukan hanya soal jalan tetapi juga perlu menperhatikan infrastruktur untuk hunian pariwisata. Karena yang lainnya juga berkaitan dengan infrastruktur walaupun tidak semua biayanya dari daerah.

Kedua, masalah dihadapi dalam kondisi Covid 19 sebagai kendala yang menyebabkan refocusing anggaran sehingga banyak anggaran yang terpangkas.

Karenanya, lanjut Ridwansyah, PUPR memilih program apa saja yang menjadi prioritas. Misalnya untuk mendukung pembangunan Jalan, Pembangunan fasilitas prasarana dasar air bersih, air minum untuk desa wisata yang merupakan suatu program unggulan.

” Daripada kita menggarami laut lebih baik kita memilih program program mana yang menjadi unggulan untuk diprioritaskan,”jelasnya kepada wartawan,Senin.

Soal infrastruktur kemantapan jalan, Ridwansyah merasa yakin dan optimis akan tercapai sebelum akhir 2023 karena untuk program pembangunan jalan sudah difasilitasi oleh pemerintah pusat melalui pinjaman dana untuk kegiatan pemulihan ekonomi nasional.

Pinjaman itu, fasilitas yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui BUMN pemerintah pusat diberikan kepada daerah untuk pemulihan ekonomi antara lain digunakan untuk jalan Infrastruktur yang menghubungkan daerah-daerah terpencil dekat jalan dan jembatan yang terputus di Bima ,Sumbawa, Dompu ,termasuk di Lombok jadi pihaknya tidak pesimis dengan kondisi
Itu .

Ia berharap, pihaknya harus mampu melakukan efisiensi ,memanfaatkan sumber dana yang lain terkait dengan proyek seperti yang ada di Sumbawa dan lainnya, kata Ridwansyah itu semua on progres. Pembangunan jalan yang direncanakan tahun 2019 dikerjakan dari tahun 2020, 2021 sampai tahun 2022.

“Jadi bukan proyek tiba-tiba dan itu ada kriteria kriteria perencanaan, ada umur rencana dan ada perkiraan kepadatan lalu lintas sehingga di masing-masing jalan yang punya rencana 10 tahun sudah diperbaiki karena hancur.

Karenanya dengan formulasi ruas jalan mana yang dipelihara, ruas mana yang harus ditingkatkan agar kerusakannya tidak meluas.

Sebab kalau jalan itu tidak segera ditangani, tidak dipelihara dengan baik,maka cepat rusak karena memang umurnya 10 tahun. Jadi,ujar Rudwansyah apa yang dikerjakan itu sesuai dengan yang direncanakan pelaksanaannya yang harus dikoordinasikan sebaik-baiknya karena persoalan pembangunan jalan itu bukan hanya soal teknis tapi juga menyangkut masalah sosial.

Terkait pelebaran sejumlah ruas jalan propinsi yang terkesan mengabaikan keluhan masyarakat terutama berkaitan dengan lingkungan hidup terutana pemotongan pohon besar yang sudah berumur ratusan tahun.

Kadis PUPR yang baru dilantik ini menyebutkan proyek yang
Sedang dilaksanakan itu sudah dikoordinasikan jauh-jauh hari.

Termasuk ganti rugi lahan dengan Kota Mataram ada kewajiban untuk menanam kembali pohon pohon sebagai pelindung jadi tidak hanya sekedar menebang pohon namun diikuti dengan tanam pohon baru yang diharapkan bisa tumbuh besar mengganti pohon sebelumnya.

Penulis : S A H R I R

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img