warta.in Bekasi ◊ Sabtu, 14 Februari 2026
BEKASI RAYA | – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar kegiatan Papajar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Tradisi khas masyarakat Sunda ini dilaksanakan di Aula PWI Bekasi Raya sebagai ajang silaturahmi dan penguatan kebersamaan antar anggota.

Papajar merupakan tradisi masyarakat Sunda di wilayah Jawa Barat seperti Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, yang dilakukan satu hingga dua minggu sebelum Ramadhan. Istilah ini berasal dari kata mapag fajar yang berarti menjemput cahaya atau datangnya bulan suci. Dalam praktiknya, kegiatan ini identik dengan botram atau makan bersama secara lesehan sebagai simbol kesetaraan dan kebersamaan.
Secara historis, tradisi Papajar telah dikenal sejak abad ke-16. Awalnya, masyarakat berkumpul di masjid untuk menunggu pengumuman awal puasa, kemudian berkembang menjadi kegiatan makan bersama dan rekreasi keluarga.
Tradisi ini mencerminkan rasa syukur, mempererat tali silaturahmi, serta menjadi momentum membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ibadah.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting bagi organisasi.
“Kita ini organisasi nasional, sehingga harus mencerminkan kerukunan sesama manusia tanpa memandang latar belakang. Inilah salah satu tujuan kegiatan Papajar kita laksanakan di lingkungan PWI Bekasi Raya,” ujarnya.
Ade juga menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT untuk menyambut Ramadhan tahun ini.
“Sebagai wujud rasa syukur atas kesehatan dan nikmat yang saya rasakan hingga hari ini, saya ingin membersihkan hati sepenuhnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Alhamdulillah Allah SWT masih memberi waktu, dan insyaallah mudah-mudahan saya dapat menjalankan puasa dengan baik,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh anggota PWI Bekasi Raya dapat hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas organisasi.
Dengan suasana lesehan dan makan bersama menggunakan daun pisang, kegiatan Papajar diharapkan tidak sekadar menjadi tradisi seremonial, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menyatukan hati dalam menyongsong bulan penuh berkah.
(Alpin A.S)































