25.3 C
Jakarta
Minggu, Oktober 25, 2020

PWI Minta Kapolri Usut Tuntas Oknum Polisi Pelanggar Kemerdekaan Pers

Wartain.com 10/10/2020.

PWI Minta Kapolri Usut Tuntas Oknum Polisi Pelanggar Kemerdekaan Pers

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan tindakan kekerasan oleh pihak kepolisian terhadap para jurnalis yang meliput unjuk rasa penolakan Undang Undang Cipta Kerja.

Padahal, wartawan dalam menjalankan tugas dan peranan profesinya dilindungi oleh Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari mengatakan, UU Pers berlaku secara nasional untuk seluruh warga negara Indonesia, bukan hanya untuk pers itu sendiri. Dengan begitu, semua pihak, termasuk petugas kepolisian juga harus menghormati ketentuan-ketentuan dalam UU Pers.

“Pers bekerja berpedoman pada kode etik jurnalistik, baik kode etik jurnalistik masing-masing organisasi maupun kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Di mana, pers bekerja menurut peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers,” jelasnya dalam siaran pers, Jumat (9/10).

Karenanya, pihak manapun yang menghambat dan menghalang-halangi fungsi dan kerja pers dianggap sebagai perbuatan kriminal dan diancam hukuman pidana dua tahun penjara.

“Dalam Peraturan Dewan Pers diatur terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya, alat-alat kerja tidak boleh dirusak, dirampas, dan kepada wartawan yang bersangkutan tidak boleh dianiaya dan apalagi sampai dibunuh,” jelas Atal S. Depari.

Atal S. Depari mengatakan, jika wartawan yang meliput aksi protes UU Cipta Kerja sudah menunjukkan identitas dirinya dan melakukan tugas sesuai kode etik jurnalistik maka seharusnya mereka dijamin dan dilindungi secara hukum. Maka tindakan oknum polisi yang merusak dan merampas alat kerja wartawan termasuk penganiayaan dan intimidasi ketika meliput demonstrasi anti UU Cipta Kerja merupakan suatu pelanggaran berat terhadap kemerdekaan pers.

“Perbuatan para oknum polisi itu bukan saja mengancam kelangsungan kemerdekaan pers tapi juga merupakan tindakan yang merusak sendi-sendi demokrasi. Tegasnya, ini merupakan pelanggaran sangat serius,” ujarnya.

Untuk itu, PWI Pusat meminta Kepala Polri Jenderal Idham Azis mengusut tuntas dan segera melakukan langkah hukum terhadap oknum polisi yang sudah menghambat, menghalangi tugas wartawan dengan melakukan perusakan, perampasan, dan penganiayaan kepada wartawan yang meliput unjuk rasa UU Cipta Kerja.

“Termasuk memberikan sanksi kepada oknum petugas yang sengaja menghambat kemerdekaan pers secara terang-terangan tersebut,” kata Atal S. Depari.

Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi menambahkan, kekerasan terhadap wartawan yang meliput unjuk rasa UU Cipta Kerja bukan hanya terjadi di Jakarta. Berdasarkan laporan dari PWI-PWI di daerah hal yang sama juga terjadi di Medan, Lampung, Bandung, dan beberapa provinsi lain.

“Kami mengimbau pimpinan Polri memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendidikan kepada polisi yang bertugas di lapangan bagaimana seharusnya menghadapi pers. Sehingga mereka paham bagaimana menghadapi pers di lapangan dan tidak main hakim sendiri yang merusak sendi-sendi demokrasi,” tutup Mirza.

Humas PWI Pusat

Latest news

Penerimaan Caba Pria/Wan dan Cata PK TA. 2020 Melalui Protokol Covid-19

Penerimaan Caba Pria/Wan dan Cata PK TA. 2020 Melalui Protokol Covid-19 Lantamal V, 24 Oktober 2020 Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada...

Tiba Di Belawan, Satgas Pelayaran OBS Disambut Meriah Tarian Daerah

Tiba Di Belawan, Satgas Pelayaran OBS Disambut Meriah Tarian Daerah TNI AL, Koarmada II, Surabaya 24 Oktober 2020. Memasuki Alur masuk Belawan KRI Bima Suci langsung...

Pakar Transportasi UNHAS Kembali Nahkodai FSTPT se-Indonesia

Warta.in, Makassar - Pakar Transportasi Universitas Hasanuddin (UNHAS), Dr.Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, ST, MT., kembali terpilih untuk mengemban amanah sebagai Ketua Forum Studi...

Ditlantas Polda Banten Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Kalimaya 2020

WARTA.in, Cilegon, Banten - Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo memimpin langsung pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Zebra Kalimaya 2020 dan...

Related news

Penerimaan Caba Pria/Wan dan Cata PK TA. 2020 Melalui Protokol Covid-19

Penerimaan Caba Pria/Wan dan Cata PK TA. 2020 Melalui Protokol Covid-19 Lantamal V, 24 Oktober 2020 Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada...

Tiba Di Belawan, Satgas Pelayaran OBS Disambut Meriah Tarian Daerah

Tiba Di Belawan, Satgas Pelayaran OBS Disambut Meriah Tarian Daerah TNI AL, Koarmada II, Surabaya 24 Oktober 2020. Memasuki Alur masuk Belawan KRI Bima Suci langsung...

Pakar Transportasi UNHAS Kembali Nahkodai FSTPT se-Indonesia

Warta.in, Makassar - Pakar Transportasi Universitas Hasanuddin (UNHAS), Dr.Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, ST, MT., kembali terpilih untuk mengemban amanah sebagai Ketua Forum Studi...

Ditlantas Polda Banten Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Kalimaya 2020

WARTA.in, Cilegon, Banten - Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo memimpin langsung pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Zebra Kalimaya 2020 dan...