Wartain Banten | Pemerintahan | 18 Desember 2025 — Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan optimisme bahwa tingginya arus investasi yang masuk ke Provinsi Banten akan menjadi katalisator utama dalam mendorong pemerataan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di Provinsi Banten tercatat mencapai Rp91,5 triliun. Capaian tersebut menempatkan Banten di peringkat keempat nasional sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Gubernur Banten dengan Pelaku Usaha yang digelar di Propan Raya ICC, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/12/2025).
Menurut Andra Soni, capaian investasi tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan investasi yang masuk mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Saya membutuhkan saran dari Bapak/Ibu sekalian agar kita bisa melakukan percepatan realisasi investasi di Provinsi Banten. Mudah-mudahan pertumbuhan investasi ini mampu menyejahterakan masyarakat Banten,” ujar Andra Soni.
Andra menyampaikan bahwa kinerja perekonomian Provinsi Banten terus bergerak ke arah yang positif. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Banten tercatat mencapai 5,29 persen. Ia berharap laju pertumbuhan sektor industri tersebut sejalan dengan peningkatan kesempatan kerja, yang menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sinergi Vokasi dan Industri
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi peran APINDO Banten dalam mendukung pendidikan vokasi, khususnya penyelarasan kurikulum SMK dengan kebutuhan industri guna menekan angka pengangguran.
“Daya saing dalam kemampuan dan domisili menjadi kunci, sehingga tenaga kerja tidak perlu indekos lagi (karena bekerja di daerah sendiri),” tegasnya.
Meski realisasi investasi tinggi, Andra Soni menyoroti masih adanya disparitas pembangunan, dengan PDRB Banten yang mayoritas terkonsentrasi di wilayah Tangerang Raya, sementara daerah lain seperti Lebak, Pandeglang, dan Kota Serang masih berkontribusi rendah.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Pemprov Banten menjalankan berbagai program strategis, antara lain Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, sekolah gratis SMA/SMK/SKh swasta, serta pembangunan infrastruktur jalan desa.
“Penerima manfaat program MBG di Provinsi Banten sudah mencapai 1,8 juta orang dengan perputaran uang mencapai Rp15 triliun. Namun, kita harus akui Banten masih harus memaksimalkan ini karena pasokan bahan baku seperti telur dan sayuran masih dari luar daerah,” akunya.
Melalui program pembangunan jalan desa “Bang Andra” sepanjang 78 kilometer di 64 desa, pemerintah berharap distribusi hasil pertanian dan peternakan lokal semakin lancar sehingga ekonomi desa dapat terintegrasi dengan kebutuhan industri dan program pemerintah.

Dukungan Dunia Usaha
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengapresiasi langkah Gubernur Banten yang membuka ruang dialog dengan pelaku usaha sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dukungan serupa disampaikan Founder Propan Raya ICC, Hendra Adidarma, yang menegaskan komitmen sektor swasta dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
“Propan Raya sudah 47 tahun di Banten. Sebagai perusahaan yang tumbuh atas kemampuan sendiri, kami bangga bisa berkontribusi bagi Indonesia,” tuturnya.
Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara APINDO dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, penyampaian komitmen investasi di Banten oleh PT Propan dan PT MCCI, serta dialog interaktif antara Gubernur Banten dan jajaran pimpinan APINDO Banten yang dipandu Kepala Dinas PTSP Provinsi Banten.(WartainBanten)































