Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Rotua Wendeilyna Simarmata, “Yang Hilang Jadikan Jalan Untuk Menemukan Kembali Diri Kita”

  1. Samosir, warta.in – *Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW), si Mediator Non Hakim & Paralegal, Pemred Tarombo TV Media, mengajak para pembaca media online ini untuk tetap Menyalakan harapan, menumbuhkan makna, menjalani hidup dengan bijaksana.*

Ketika Kehilangan Mengembalikan Kita pada Diri Sendiri

Dalam perjalanan hidup, tidak semua yang datang akan tinggal. Ada orang yang hadir membawa kebahagiaan, mengisi hari-hari kita dengan tawa, harapan, dan cerita. Namun, ada waktunya mereka melanjutkan perjalanan yang berbeda.

Saat kehilangan itu terjadi, kita sering tergoda untuk terus mengejar apa yang telah pergi. Kita menghabiskan tenaga, pikiran, bahkan harga diri, demi mempertahankan sesuatu yang memang sudah tidak lagi menjadi bagian dari perjalanan kita.

Padahal, tidak semua kehilangan adalah hukuman. Ada kehilangan yang justru menjadi jalan untuk menemukan kembali diri kita.

Melepaskan bukan berarti berhenti mencintai. Melepaskan adalah menerima bahwa hidup terus bergerak, dan kita pun dipanggil untuk terus melangkah.ˆ

Kadang, pintu yang tertutup bukan sedang mengakhiri hidup kita, tetapi sedang mengarahkan kita menuju pintu lain yang belum pernah kita bayangkan.

*Ketika kita berani melepaskan dengan hati yang lapang, kita memberi ruang bagi kehidupan untuk menghadirkan makna yang baru.*

Psikologi menjelaskan bahwa kehilangan merupakan bagian alami dari kehidupan. Yang paling menentukan bukanlah seberapa besar kehilangan itu, melainkan bagaimana kita memaknainya.

Orang yang terus mengejar masa lalu sering kali terjebak dalam luka yang berkepanjangan. Sebaliknya, mereka yang mampu menerima kenyataan perlahan membangun kembali identitas, harapan, dan tujuan hidupnya.

Penerimaan bukan berarti menyerah. Penerimaan adalah keberanian untuk berkata, *”Aku tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, tetapi aku dapat memilih bagaimana melanjutkan hidupku.”*

Hari ini, pikirkan satu hal yang masih sulit Anda lepaskan.

Tuliskan dalam satu kalimat:

*”Aku memilih melepaskan …, bukan karena itu tidak berarti, tetapi karena aku ingin memberi ruang bagi kehidupan yang baru.”*

Tarik napas perlahan, lalu ucapkan kalimat itu dengan penuh kesadaran.

*”Tidak semua kehilangan datang untuk mengurangi hidupmu. Sebagian kehilangan hadir untuk mengembalikanmu kepada dirimu yang sejati.”*

Semoga hari ini menjadi satu langkah kecil untuk *Menyalakan harapan, menumbuhkan makna, dan menjalani hidup dengan lebih bijaksana.* (Kutipan dari : *Just Believe – Ani Fegda Esensi) {red}

Berita Terkait