URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
25.2 C
Jakarta
Rabu, Agustus 17, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

RSUD NTB Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tuk ke 3 Kali

RSUD NTB Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tuk ke 3 Kali

warta. in
Mataram — Pada acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Provinsi NTB 2021, Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB (RSUD NTB) untuk ketiga kalinya berhasil meraih penghargaan peringkat pertama kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan nilai 97,46.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut kepada Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., M.H., di Hotel Grand Legi Mataram, Kamis (9/12).

Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., M.H., usai pemberian penghargaan mengatakan, peringkat terbaik keterbukaan informasi publik yang diraih tak lepas dari kerja keras Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD NTB.

“Meraih peringkat terbaik lebih mudah dari mempertahankan. Itu jadi PR saya ke depan agar semua terutama pelayanan publik harus seperti ini. Sesuai slogan “Kalau Terbuka Kenapa Harus Tertutup,” kata Dokter Jack – sapaan akrab Direktur RSUD NTB ini.

Selain itu, Dokter Jack mengatakan akan terus berupaya mendorong seluruh rumah sakit di NTB agar lebih komunikatif dalam memberikan pelayanan informasi kepada seluruh masyarakat.

“Karena sebenarnya banyak layanan-layanan di rumah sakit itu masyarakat tidak tahu. Kita sebagai badan publik harus membuka diri dan memberikan informasi seluas-luasnya,” ujarnya.

Dokter Jack menambahkan, kini RSUD telah membuka layanan kesehatan kepada masyarakat yaitu Provincial Command Center (PCC) dengan Layanan Medical Emergency (Layanan Kegawatdaruratan) yang bisa di akses di nomor 0800 1111 119 (BEBAS PULSA).

Layanan ini kedepan akan terintegrasi dengan PSC 119 yang berada di seluruh Kabupaten / Kota di Nusa Tenggara Barat sehingga bisa diakses diseluruh wilayah NTB.

“Itu harus diberikan dan disampaikan ke masyarakat. Karena baik buruknya itu menjadi masukan bagi kita di rumah sakit,” ujar dokter Jack. ( sr)

Penulis : S a h r i r

Warta Baru
Warta Terkait