24.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 4, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Sejumlah Awak Media Datangi Kades Tambak Minta Klarifikasi Tentang Pemberitaan dan Vidio Tiktok

Sejumlah Awak Media Datangi Kades Tambak Minta Klarifikasi Tentang Pemberitaan dan Vidio Tiktok

 

SERANG, – WARTA.IN || Sejumlah awak media dari berbagai Media online mendatangi Kantor Kepala Desa Tambak, untuk melakukan konfirmasi terkait berita dari salah satu media yang menyudutkan Kepala Desa Tambak Ade SH, Selasa 6 Mei 2025.

Diketahui sebelumnya, beredar berita dari salah satu media online dengan judul “Kades Tambak Menyangkal jadi Calo Rekrutmen Karuawan PT Nikomas. Hal itu mencoreng nama baik Ade SH, dimana tuduhan yang dilontarkan kepadanya tidak disertai bukti dan saksi.

Bertempat di kantor Kepala Desa Tambak, Ade memberikan keterangan kepada para awak media bahwa tuduhan melalui berita itu tidak benar.

Berawal dari sebuah kelakar dari Nuramin warga Desa Tambak yang saat itu sedang ngobrol santai, rupanya dari obrolan itu Nuramin mengatakan hal yang tidak benar, obrolan serupa dari Nuramin sudah menjadi kebiasaan buruk.

Nuramin tidak menyangka bahwa obrolan serampangan tanpa bukti itu diam diam direkam melalui vidio oleh Samsul tanpa ijin dari Nuramin.

“Saya merasa dijebak dan diadu domba dengan Lurah Ade, saya waktu itu hanya obrolan glopok (bohong), tidak tau kalau direkam,” ungkap Nuramin.

Dari hasil rekaman vidio tersebut, rupanya Samsul menginggahnya di tik tok dengan akun kacung_hj. Setelah itu unggahan tik tok tersebut banyak di shere hingga munculah berita yang narasumber nya dari vidio unggahan tik tok.

Sementara Kepala Desa Tambak Ade SH sangat menyayangkan kejadian tersebut. Dirinya mengatakan bahwa itu semua tidak benar, dan kemungkinan ada unsur politik yang menginginkan namanya rusak.

“Saya berani untuk di konfrontir apabila ada bukti dan saksi bahwa saya nyalo karyawan PT Nikomas seperti yang dituduhkan di berita yang sudah tayang,” ujar Ade

Lanjut Ade, dirinya akan memberikan efek jera kepada pihak pihak yang sengaja merusak nama baiknya.

“Sebagai Kepala Desa, tindakan baiknya pun diktitik dan dihujat, apalagi kesalahannya,” pungkas Ade.

(*/Ressy)

Berita Terkait