28 C
Jakarta
Kamis, Februari 25, 2021

Sekjen PPJNA 98: Fitnah Keluarga Erick Tohir Bisnis Vaksin, Tuduhan Keji

POLITIK – Ditengah Erick Tohir sibuk bekerja berjuang mati Matian tak kenal lelah menjalankan perintah Presiden bersama tim lainnya mengadakan penyediaan vaksin Covid 19, serangan mengarah ke Erick Tohir menuduh keluarga Erick Tohir bisnis Vaksin 2,6 T. Itu sebuah fitnah keji menyebarkan hoax bermotif ingin menggagalkan program vaksinasi nasional dengan merontokan dan melemahkan Erick Tohir yang merupakan panglima dalam pengadaan vaksin Covid 19 untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari ancaman kematian serangan virus Corona, kata Abdul Salam Nur Ahmad Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 “PPJNA 98”, dalam release diterima redaksi, Sabtu (20/02/2021).

Selanjutnya Abdul Salam mengatakan “Ketika ada terobosan terkait pengadaan vaksin merah putih yang baru akan diproduksi pada tahun 2022, yang prediksi sebelumnya 2021. Akan tetapi hingga saat ini Vaksin Merah Putih belum masuk dalam anggaran Pemerintah. Langkah kerjasama dengan Himbara (Himpunan Bank Negara), Pemerintah melalui Bio Farma selaku Holding BUMN Farmasi membuka keran bagi investor swasta untuk menanamkan modalnya. Bio Farma telah menggandeng dan bernegosiasi dengan 6 investor swasta. Mulai dari Kalbe Farma, Sanbe Farma, Daewoong, Biotis, Tempo Scan hingga Maybank Indonesia.

Terobosan Bio Farma sebagai wakil pemerintah bekerjasama dengan Himbara serta menggandeng 6 investor swasta itu tersebut adalah langkah luar biasa untuk meringankan beban pemerintah dalam percepatan pengadaan vaksin.

Sangat mengada ngada tuduhan dan fitnah keji pada keluarga Erick Tohir. Erick Tohir itu akan bekerja profesional kepentingan rakyat bangsa dan negara diatas segalanya. Tuduhan pada keluarga Erick Tohir bisnis Vaksin 2,6 T merupakan cara cara biadab bermotif akan menggagalkan program vaksinasi dengan merontokan moral Erick Tohir terlebih dahulu sebagai benteng utama pengadaan vaksin Covid 19, ujar Sekjen PPJNA 98.

Pak Erick Tohir maju terus jangan hiraukan orang orang prustasi yang kerjaannya menyebar fitnah keji bukannya bahu membahu menyelamatkan rakyat dari ancaman kematian akibat pandemi Covid 19, pungkas Abdul Salam Nur Ahmad Sekjen PPJNA 98. (Prabu Santoaan Nusakerta)***

Latest news

Related news