32.9 C
Jakarta
Sabtu, Oktober 23, 2021

Sengketa Pemda Lobar VS AMM , Ini Kata Profesor DR. Zainal Asikin

Kota Mataram – Perseteruan Pemda Lombok Barat dengan Yayasan Sekolah Tinggi Ekonomi  Akademi Manajemen Mataram ( STIE  AMM) kian memanas.

Ini terjadi  lantaran  terbitnya  putusan Pengadilan Tinggi TUN Surabaya nomor : 132/B/2021/PT.TUN .SBY  yang memenangkan pihak STIE AMM
Pemda Lobar tidak terima itu dan tetap berkeras  ingin mengeksekusi lahan yang diklaim sebagai miliknya tersebut .

Profesor .DR. Zainal Asikin, selaku Konsultan  Hukum pihak AMM mengakui bahwa lahan yang digunakan AMM tersebut memang milik Pemda Lobar diberikan ijin oleh pemda lobar untuk memenuhi hak konstitusi masyarakat mendapatkan pendidikan.

“Itu kan hak pakai yg diberikan pemda kepada yayasan dan sampai sekarang lahan ini masih dipakai dan dirawat” ujarnya.

Ditengah perjalanan sekonyong konyong muncul perintah pemda lobar yang menginginkan untuk menyewakan  lahan dengan cara perhitungan sewa mundur 10 tahun ke belakang dengan jumlah Rp.400 juta.

” Dalam hukum  tidak ada perhitungan mundur seperti itu,” jelasnya seraya menyebut perhitungan maju  yg lebih tepat.

Pria yang sudah banyak mencetak Sarjana Hukum di NTB  ini menyebut, jika disepakati untuk menyewa lahan maka tidak bisa penentuan harga sewa dilakukan sepihak, ada tenaga ahli yang bisa menghitung dan menentukan taksiran harga (apraisal ) bagi kelayakan harga sewa.

Dia membandingkan dengan Mall Mataram  yang begitu luas dan besar  hanya menyewa sebesar  Rp 400 juta kepada Pemda Kota Mataram dalam urusan bisnis sewa menyewa seperti itu  dinilainya wajar.

Namun dalam dunia pendidikan  tuntutan seperti itu akan memberatkan mahasiswa dan mahasiwi sebab kemampuan  masyarakat NTB dalam membayar SPP sangat terbatas.

Atas sengketa administrasi ini , Zainal Asikin berharap agar Bupati Lombok Barat mau membuka ruang negosiasi.
“Kita tahu bahwa Pak Bupati ini adalah orang baik tamatan pondok pesanterin yang tak mungkin tega melakukan hal-hal  seperti itu,”ujarnya  jumat  siang 11/06/21

Wakil Ketua III, Bidang Kemahasiswaan, Sukma Hidayat,SH,MH, menambahkan  pihak AMM merasa dirugikan dengan dengan pernyataan pemda lobar lewat  pemberitaan media masa. Dia mengaku bahwa pendaftar  terdahulu  dan jumlah mahasiswa yang mendaftar ke AMM mengalami penurunan drastis sampai 50%.
Artinya kapasitas bangku kuliah yang biasanya  hanya mampu menampung 300 orang turun jadi 150.

” Pada pendaftaran sekarang ini  mahasiswa yang mendaftar baru 13 orang. Orang tua mahasiswa kebingungan memikirkan kelanjutan pendidikan anaknya. Dan mahasiswa banyak pindah ke perguruan lain,” ujarnya sembari dirinya hanya mampu menenangkan mahasiswa sambil menunggu proses dan upaya hukum atas persoalan ini.

Penulis : Sahrir

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img