Wartain Banten | Pemerintahan | 01 Januari 2026 — Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah terus mengakselerasi pembangunan yang merata dan berkelanjutan sepanjang tahun 2025. Arah pembangunan tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil di seluruh wilayah Banten.
Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan Banten harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa menimbulkan kesenjangan antardaerah. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Banten mengintegrasikan pembangunan fisik dengan penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
Dalam periode pembangunan 2025–2030, Pemprov Banten menetapkan tiga program unggulan sebagai pilar utama, yakni Banten Bagus, Banten Sehat, dan Banten Cerdas. Program Banten Bagus difokuskan pada eningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur, termasuk konektivitas antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Banten Bagus: Jalan Desa untuk Pemerataan Pembangunan
Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) mencatat pembangunan 62 infrastruktur desa di Banten hingga akhir 2025, terdiri dari 61 ruas jalan dan 1 jembatan, yang tersebar di lima kabupaten/kota.
Pembangunan tersebut tersebar di berbagai wilayah, dengan rincian: Kabupaten Pandeglang sebanyak 29 ruas jalan dan 1 jembatan, Kabupaten Lebak sebanyak 17 ruas jalan, Kabupaten Serang sebanyak 8 ruas jalan, Kabupaten Tangerang sebanyak 2 ruas jalan dan Kota Serang sebanyak 5 ruas jalan.
Pembangunan infrastruktur lebih difokuskan di wilayah selatan Banten untuk menjawab luas wilayah dan keterbatasan fiskal, dengan jalan desa yang dibangun guna mendukung aktivitas pertanian, pendidikan, perkebunan, perikanan, dan pariwisata masyarakat perdesaan.
“Program ini sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan,” ujar Andra Soni.
Banten Sehat: Layanan Kesehatan Lebih Dekat dan Berkualitas
Pemprov Banten memperkuat sektor kesehatan melalui peresmian sejumlah fasilitas strategis, termasuk layanan radioterapi dan kemoterapi di RSUD Banten serta pembangunan dua rumah sakit baru di wilayah selatan.
“Keterjangkauan akses kesehatan menjadi indikator penting peningkatan angka harapan hidup. Kedua rumah sakit ini telah dilengkapi fasilitas memadai dan ratusan tenaga medis,” jelas Andra Soni.
Berbagai inovasi layanan diluncurkan, seperti Mobile Clinic berbasis telemedicine, Program Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau lebih dari 4,1 juta warga, Rumah Singgah bagi pasien rujukan di Jakarta, serta Faskin Link sebagai layanan telekonsultasi gratis.
“Banten termasuk provinsi dengan prevalensi TBC tinggi. Program ini merupakan ikhtiar menuju Banten Sehat sesuai arahan Presiden. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tutur Andra Soni.
Program kesehatan ini juga berhasil meningkatkan deteksi dini TBC hingga melampaui target provinsi dan nasional, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Banten Sehat dan memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Banten Cerdas: Pendidikan Gratis dan Penguatan SDM Desa
Pemprov Banten memperkuat sektor pendidikan melalui program Banten Cerdas dengan pelaksanaan Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta yang pada 2025 telah diikuti 801 sekolah dengan 60.705 siswa.
Upaya ini dilengkapi Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau lebih dari 1,5 juta penerima manfaat, pengoperasian empat Sekolah Rakyat di beberapa daerah.
Program Sarjana Penggerak Desa yang memberikan beasiswa hingga Rp20 juta untuk mencetak generasi muda desa berkompeten sebagai motor pembangunan berkelanjutan.
“Generasi muda desa adalah pihak yang paling memahami potensi dan tantangan desanya. Jika kepemimpinan kami memiliki batas waktu, maka merekalah yang akan melanjutkan pembangunan desa dengan bekal ilmu pengetahuan sebagai investasi jangka panjang,” ungkap Andra Soni.
Penguatan Ekonomi Desa dan Capaian Pembangunan
Pemprov Banten memperkuat ekonomi desa melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang hingga 2025 telah terbentuk di 1.551 desa dan kelurahan.
Sinergi program Banten Bagus, Banten Sehat, dan Banten Cerdas mendorong pertumbuhan ekonomi Banten triwulan III 2025 sebesar 5,29 persen, peningkatan IPM menjadi 77,25, serta realisasi investasi Rp91,5 triliun yang menempatkan Banten di peringkat keempat nasional.
Sektor pertanian menjadi penopang utama dengan pertumbuhan tertinggi dan menjadikan Banten masuk 10 besar produsen padi nasional, seiring peningkatan kualitas hidup dan pengetahuan masyarakat.(WartainBanten)































