Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Februari 2026 — Gubernur Banten, Andra Soni, dinilai berhasil menguasai berbagai persoalan yang selama ini terjadi di dunia pendidikan Provinsi Banten. Dari pengelolaan PPDB, ketersediaan infrastruktur penunjang, hingga tata kelola sumber daya manusia di lingkungan sekolah, kepemimpinannya dianggap memberikan perubahan signifikan.
Selama setahun menjabat, Andra Soni menegaskan penghapusan budaya titip-menitip di lingkungan SMA dan SMK Negeri. Kepala sekolah kini diminta untuk fokus menjalankan aturan dan prosedur yang berlaku tanpa intervensi pihak luar. Bahkan, Gubernur langsung berada di belakang pihak sekolah untuk memberikan dukungan.
“Jadi kami juga merasa enak menjalankannya. Tidak ada beban dan hanya fokus pada aturan yang ada. Apalagi Pak Gubernur Andra Soni langsung yang melindungi, yang berada di belakang kita,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Ciruas Mulyadi, Kamis (12/2/2026).
Salah satu program unggulan yang digagas Andra Soni adalah Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta, sebagai solusi atas persoalan daya tampung sekolah negeri. Selama ini, terbatasnya daya tampung menjadi salah satu kendala utama PPDB, memicu persaingan orang tua untuk memasukkan anaknya ke sekolah negeri secara gratis.
“Bahkan, tidak sedikit juga yang memanfaatkan kedekatan dengan orang-orang di lingkaran kekuasaan untuk bisa diterima di sekolah negeri,” ujarnya
Sejak diberlakukannya program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta, persoalan daya tampung di sekolah negeri teratasi. Calon siswa kini dapat memilih sekolah alternatif dengan fasilitas setara sekolah negeri.
“Program Sekolah Gratis SMA, SMK dan SKh swasta ini memberikan pemerataan pendidikan yang berkeadilan. Para orang tua tidak lagi perlu khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri, karena mereka bisa sekolah di swasta dengan mendapatkan fasilitas yang setara dengan sekolah negeri,” jelasnya.
Kebijakan Gubernur Andra Soni untuk menempatkan kepala sekolah dan dewan guru sesuai domisilinya dinilai positif dalam tata kelola SDM sekolah. Saat ini, banyak kepala sekolah bertugas jauh dari tempat tinggalnya, yang memakan waktu dan mengurangi efektivitas dalam menjalankan tugas.
“Kebijakan ini mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat terutama para pendidik dan tenaga kependidikan di Provinsi Banten,” ujarnya.
Di bidang infrastruktur penunjang, Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya ketersediaan dan kebersihan toilet sekolah serta kondisi ruang belajar yang representatif.
Ia menegaskan maksimal 36 siswa per kelas agar proses belajar mengajar tetap efektif.(WartainBanten)































