31.7 C
Jakarta
Sabtu, April 10, 2021

Setelah di lantik, Harapan buat Dirut BPODT yang baru

Warta.in – Danau Toba

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang terbentuk sejak tahun 2016, berdasarkan Perpres 49 Tahun 2016 Tentang Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, menoreh harapan baru bagi masyarakat kawasan Danau Toba terhadap pemerintah terlebih di masa Presiden Jokowidodo sehingga terbangun dengan positif.

Namun kenyataan dilapangan kadang kurang sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Munculnya dilema dan konflik di masyarakat adat yang diduga karena kurangnya sosialisasi tim BPODT, membuat masyarakat kadang pesimis dengan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah melalui BPODT yang harusnya diharapkan mengangkat pariwisata melalui kearifan lokal.

Mulai dari konflik lahan yang belum selesai terjadi di Kawasan kaldera Toba Sibisa, masalah pembangunan (Master Plan) BPODT yang belum jelas arahnya, sehingga membuat pengamat dan pelaku pariwisata termasuk kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba ( AMPDT ) kembali menyampaikan harapan setelah terpilihnya Direktur Utama BPODT Jimmy B Panjaitan yang merupakan putra daerah di kawasan Danau Toba.

“kita berharap Direktur Utama yang baru ini lebih peka dan merakyat, terlebih dia adalah orang Batak. Dan jangan percuma jadi Dirut BPODT jika tidak makkuling mudarna” tutur Rico Nainggolan selaku Koordinator AMPDT.

AMPDT juga mengatakan bahwa mereka siap menjadi mitra kritis dan mitra strategis BPODT terkhusus Dirut BPODT yang baru, karena mereka meyakini, jika orang Batak yang jadi Direktur Utama maka persoalan-persoalan pembangunan kawasan Danau Toba mungkin akan bisa diselesaikan dengan cepat karena eratnya hubungan kekeluargaan dalam masyarakat Batak.

“kita siap menjadi mitra strategis dan mitra kritis dari BPODT dan sangat mengharapkan jajaran Direksi BPODT juga diisi oleh orang Batak, mengapa demikian? Karena kita sangat meyakini bahwa persoalan rumah kita sendiri pasti kita yang lebih tahu bukan orang lain” tutur Rico.

Koordinator AMPDT Kabupaten Samosir Ambrin BW.Simbolon. bahwa sejak kehadiran BPODT mereka berharap pembangunan akan berdampak terhadap perekonomian rakyat dari sektor pariwisata dan bukannya malah menimbulkan konflik dimasyarakat.

“kita tidak pernah menolak pembangunan, tapi jika pembangunan itu sudah tidak mewakili cita-cita masyarakat untuk hidup sejahtera apalagi sampai menimbulkan masalah, lebih baik pembangunan itu dihentikan. Dan kita berharap kepada Dirut BPODT yang baru, Abang kami Jimy Panjaitan untuk lebih bisa mendengar keluh kesah masyarakat kawasan Danau Toba, khususnya yang lahannya berdekatan langsung dengan lahan milik BPODT agar menggunakan pendekatan secara budaya dan parsahutaon dalam artian pendekatan secara kekeluargaan karena dia adalah orang Batak pasti akan lebih mengerti tentang karaker orang Batak” Tutur Ambrin Simbolon

Terakhir, AMPDT mengharapkan dan mendesak Dirut BPODT juga segera menyelesaikan persoalan-persoalan yang telah timbul sejak Badan ini dibentuk. “kita juga mendorong agar Dirut BPODT yang baru ini segera menyelesaiakan persoalan – persoalan yang belum bisa diselesaikan oleh pemimpin sebelumnya termasuk juga untuk menempatkan orang Batak dalam jajaran Direksi BPODT agar mereka lebih mampu menganalisa dan menyelesaikan persolan dengan melakukan pendekatan budaya dan kekeluargaan” Tutur Ambrin Simbolon

Hal Senada juga disampaikan oleh H. Rahimal K.Noor S.Fil sesepuh pelaku pariwisata di Parapat mengucapkan selamat atas dilantiknya Direktur Utama BPODT yang baru Jimmy Bernando Panjaitan, dan berharap bisa segera menyelesaikan benang kusut pariwisata yang ada di kawasan Danau Toba.

“Semoga bisa menjahit segala permasalahan yang muncul diseputaran Danau Toba untuk lebih clear kedepannya, dan lebih ideal waktu dekat diadakannya acara tatap muka dan saling share dengan stake holder yang ada kawasan Danau Toba,” Ujar Rahimal via whatsapp grup. (Feri).

 

Danau Toba News
Danau Toba News
Melayani dengan tulus

Latest news

Related news