*SINERGI ULAMA DAN UMARA JAGA KEUTUHAN BANGSA; KETUA PPWI DAN PENASEHAT KHUSUS PRESIDEN HADIRI ACARA PENTING*
JAKARTA, – Ketua Umum Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyatakan bahwa fungsi silaturahmi antara ulama dan umara memiliki peran yang tak ternilai dalam menjaga keutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia; hal ini disampaikannya dalam acara penting yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, termasuk Penasehat Khusus Presiden Bidang Keamanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. Dalam acara Silaturrahmi berbuka bersama, dibeberapa waktu yang lalu.
Bertepatan dengan acara tersebut, kedua tokoh berpengaruh ini bersama-sama menyoroti pentingnya kerja sama yang erat antara para pemimpin agama dan pemimpin negara; karena dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia, sinergi tersebut bukan hanya menjadi kebutuhan, melainkan juga menjadi pondasi yang kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurut paparan yang disampaikan dalam acara tersebut, fungsi silaturahmi antara ulama dan umara memiliki beberapa dimensi penting yang saling terkait satu sama lain; setiap dimensi berperan sebagai pijakan untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan negara yang kuat. Berikut beberapa di antaranya:
– Membentuk Masyarakat yang Cerdas dan Toleran: Dengan kerja sama yang solid antara ulama dan umara, masyarakat dapat dibentuk menjadi lebih cerdas, kritis, dan penuh toleransi; ulama dapat memberikan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai keislaman yang mengajarkan kasih sayang dan penghormatan terhadap perbedaan, sementara umara dapat menciptakan kebijakan yang mendukung kerangka kerja persatuan dan menghargai keberagaman budaya serta agama di tanah air.
– Menghadapi Tantangan Ideologi Transnasional: Sinergi antara ulama dan umara dapat membantu membendung pengaruh ideologi transnasional yang disruptif dan menimbulkan polarisasi; dengan kerja sama yang efektif, keduanya dapat membentuk komunikasi yang jelas dan jalinan kerjasama yang kuat untuk melindungi bangsa dan negara dari pengaruh yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
– Menjaga Persatuan dan Keutuhan Bangsa: Ulama dan umara dapat bekerja sama untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa dengan memberikan panduan moral dan spiritual kepada masyarakat; umara dapat menciptakan regulasi dan kebijakan yang melindungi masyarakat dari dampak negatif informasi yang tidak benar atau provokatif, sedangkan ulama dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya bersatu dalam bingkai negara kesatuan.
– Membangun Kepercayaan Publik: Sinergi antara ulama dan umara dapat membangun kepercayaan publik dengan menunjukkan kerja sama yang solid dan efektif dalam menghadapi tantangan bangsa; hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga keagamaan, sekaligus menciptakan suasana yang kondusif untuk pembangunan nasional di segala sektor.
– Mengoptimalkan Pengawasan: Dengan kerja sama yang baik, ulama dan umara dapat melakukan pengawasan yang efektif terhadap jalannya roda pemerintahan dan masyarakat; keduanya dapat saling mengingatkan untuk berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran, sehingga setiap langkah yang diambil oleh pihak manapun selalu berpihak pada kepentingan rakyat dan keutuhan bangsa.
Dalam paparan penutupnya, dikemukakan bahwa dalam sejarah panjang bangsa Indonesia, sinergi antara ulama dan umara telah terbukti efektif dalam mencapai kemerdekaan dan menjaga persatuan bangsa di berbagai masa tantangan; oleh karena itu, sangat penting bagi keduanya untuk terus memperkuat kerja sama dan sinergitas dalam menghadapi tantangan bangsa di era modern ini, di mana dinamika global dan perkembangan teknologi membawa berbagai tantangan baru yang membutuhkan pemikiran dan langkah yang cermat serta terpadu.
(TIM/RED)

























