24.5 C
Jakarta
Kamis, Januari 27, 2022

Soal KEK Mandalika, Ini Pendapat Lemhanas

Mataram – Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Wawasan Nusantara Lemhanas RI, Laksamana Muda TNI Suratno,SH,MH, mengungkapkan evaluasi yang dilakukan  Lemvaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) terkait isu strategis dikawasan ekonomi khusus mandalika  membutuhkan perhatian secara komprehensif  terutama menyangkut  kebijakan leadership.

Dalam melakukan studi lapangan ini , katanya, terdapat  isu-isu strategis nasional yang sedang berkembang dan membutuhkan penyelesaian.

Begitu juga dengan isu yang terjadi diluar NTB sehingga Lemhanas saat ini juga mengadakan kegiatan yang sama di 5 daerah di Indonesia.

Menurut Suratno, kedatangan Lemhanas di NTB ini antara lain untuk membahas isu strategis khususnya pembangunan Sirkuit MotoGp Mandalika yang hingga sampai sekarang ini  penyelesaiannya dinilai  berlarut-larut.

“Isu strategis nya itu pun sudah masuk ke laporan pelanggaran HAM di PBB sehingga kita selaku lembaga nasional akan membantu penyelesaian masalah itu,” ungkapnya kepada wartawan di Hotel Golden Palace Mataram 22/06/21.

Dijelaskan dalam kunjungan ke NTB ini,  pihaknya ingin tahu dan mencari tahu kondisi lapangan. Sehingga sebelum datang  ke NTB sudah diadakan duskusi focus group dengan menghadirkan para ahli yang terkait.

” Dan ini langsung menuju lapangan untuk menerima masukan masukan terkait di lapangan sehingga diharapkan   peserta hasil dari Lemhanas ini bisa mengoptimalkan kemampuan mereka lebih meningkat dalam hal menyelesaikan suatu permasalahan, sehingga cara berpikirnya secara komprehensif interaktif dan holistik dan cara pandang harus secara menyeluruh.
Jadi tidak hanya mendengar katanya katanya, jadi mereka diajak berpikir secara menyeluruh,”tandasnya.

Lebih jauh dikatakan  masukkan masukkan yang didapat  itu akan digodok untuk dijadikan masukan masukan dan saran bagi  penyelesaian suatu masalah. Hasilnya akan bermanfaat  bagi pemerintah daerah dan kepada pemerintah pusat .

Lebih jauh dia mengatakan  poin evaluasi di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika menunjukan pernasalahan  yang terjadi ternyata  dari pihak LTDC dan juga BUMN.
” Sebagaimana  disampaikan  ketua DPRD provinsi mengatakan pelaku pariwisata  diatas tertutup dan  tidak terbuka sehingga menyulitkan dewan selaku wakil rakyat yang  ingin membuka negosiasi bagi penyelesaian masalah itu.

Dia menyontohkan   pembangunan  Sirkuit Serpang di Malaysia yang  dibuka
tahun 1997  ternyata tahun 1999 kemudian  selesai.
”  Kenapa kita dari tahun 2014 saat  pembukaan lahan sampai tahun 2021 ini belum menemui titik penyelesaian,” ujarnya setengah bertanya.
Menjawab persoalan diatas,ujarnya lagi, diperlukan kearifan memimpin ( leadership). Alasannya dengan

belum adanya penyelesaian masalah diatas karena juga menyangkut leadership kepemimpinan.

Selain itu diperlukan sinergi semua stakeholder  sehingga penyelesaiannya adalah lewat negosiasi. Jangan mementingkan egonya masing-masing. Mari kita sama-sama wujudkan spa yang telah menjadi tujuan bersama. Demikian harapnya menyudahi.

Penulis : SAHRIR

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img